.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sepuluh Hal yang Sering Dilakukan Wanita Untuk Merusak Pernikahan


Meskipun suami istri harus bertanggung jawab dengan pernikahan mereka, namun berikut adalah sepuluh kesalahan yang umum nya di lakukan para wanita, yang bisa benar - benar merusak sebuah pernikahan. Ketika wanita melakukan kebiasaan berikut, akan menciptakan suasana tidak bersahabat, di mana orang tidak akan merasa aman dan nyaman.

Penting untuk mengingat bahwa tujuan utama dari pernikahan adalah kedamaian dan kebahagiaan. Jadi meskipun list berikut terlihat menakutkan, selalu ingat hal tersebut. Jika hidup terasa penuh tekanan, maka mulai untuk merubah persepsi Anda.

Anda bisa memilih ketenangan dibandingkan tekanan.

Anda hanya satu langkah lagi menuju hidup yang penuh ketenangan. Jika Anda merasa tidak bahagia, cari hal yang bisa mengisi kebahagiaan Anda. Cara termudah untuk menjadi bahagia adalah dengan merasa bahagia. Yang bisa merubah hidup Anda adalah diri Anda sendiri.

1. Mengunakan Perkataan Untuk Melukai, Mencederai, atau Merusak Pernikahan Anda
Meskipun pria lebih kuat secara fisik, wanita mempunyai kelebihan dalam berbicara. Pada umum nya, wanita berbicara hampir tiga kali lebih banyak dibandingkan pria. Wanita suka berbicara dan belajar bagaimana mengunakan perkataan dengan cara yang paling efektif.
Wanita mampu mengunakan kata paling menyakitkan untuk mempermalukan, merendahkan, atau mengucilkan pasangan mereka. Kata - kata itu seperti pasta gigi. Setelah keluar, maka tidak bisa di masukan kembali. Tidak peduli betapa menyesalnya Anda kemudian, luka tersebut sudah terjadi.

Daripada mengunakan perkataan sebagai senjata, gunakan mereka sebagai penyembuh untuk memberi kenyamanan, mendorong dan mendukung suami Anda. Dan seperti yang sering di bilang nenek, "Jika Anda tidak bisa mengatakan hal yang baik, maka jangan bicara."

2. Memiliki Harapan yang Tidak Realistis
Mencari sesuatu dari seseorang, dan mengeluarkan ketidakbahagiaan Anda kepadanya karena Dia tidak seperti yang Anda inginkan akan dengan cepat merusak pernikahan Anda. Jika Anda merasa tidak bahagia, cek dulu apakah yang Anda harapkan itu realistis.

Mengharapkan pasangan atau anak Anda untuk membuat Anda bahagia adalah hal yang tidak realistis. Buatlah diri Anda sendiri bahagia.

3. Mengunakan Sarkasme dan Ketajaman pada Ucapan, Gerakan Tubuh atau Wajah
Ini adalah cara tercepat dan termudah untuk menunjukkan pada suami Anda kalau Anda tidak menghormati Dia atau pendapatnya. Pria bisa merasa kewalahan dalam menghadapi banjir kritikan yang datang pada diri mereka. Hasilnya mereka akan menutup diri, menghindar, dan mencari kebaikan dan persetujuan dari tempat lain.

Selain itu gerakan mata atau tubuh yang merendahkan nya juga akan membuat pasangan Anda merasa di serang dan tidak di hargai.

4. Mengkritiknya, Mempermainkan dan Mengucilkan Dia dari Teman dan Keluarga Anda
Ketika Anda mengkritik dan mengucilkan suami Anda, Anda tidak hanya mengurangi suami Anda di mata Anda, tapi juga meracuni orang di sekitar Anda. Anda memaksa mereka untuk mengambil posisi, dan tentu saja mereka memilih Anda, karena mereka ingin terlihat loyal pada Anda.

Karena mereka tidak tinggal dengan Anda, mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Jadi berhenti untuk mengeluarkan semua keluh kesah Anda pada teman, semua keluhan Anda akan menjadi dinding yang memisahkan antara suami Anda dan teman Anda, yang tidak akan bisa diperbaiki.

5. Menahan Kasih Sayang dan Seks
Ini bisa menyebabkan masalah besar dalam pernikahan Anda, baik Anda menyadarinya atau tidak. Pria berbeda dengan wanita. Suami Anda perlu untuk melepaskan secara fisik melalui hubungan seksual. Itu tidak hanya sesuatu yang Dia inginkan dari Anda, itu adalah hal yang Dia butuhkan secara psikolog.

6. Tidak Menghormati Pandangan, Pendapat dan Nasihatnya
Pria pada umum nya suka memperbaiki, jadi ketika Anda memiliki masalah, mereka akan memikirkan langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ketika Anda tidak menghiraukan nya, maka Anda mengirimkan pesan kalau Anda tidak menghargai nya.

Setidaknya Anda harus mendengarkan sarannya dan berterima kasih atas saran tersebut, meskipun Anda mungkin tidak akan memakai nya. Jka Anda tidak membutuhkan saran, bilang lebih awal pada suami Anda bahwa Anda hanya ingin ada yang mendengar masalah nya.

7. Meremehkan Wewenangnya, Tapi Memintanya untuk Bertanggung Jawab
Biasanya orang yang bertanggung jawab adalah seseorang yang memiliki keputusan penuh. Dalam keluarga dan hubungan harus ada seseorang yang bertanggung jawab ketika hal buruk terjadi, dan seseorang yang bisa menjadi pilar untuk bertumpu.

Anda tentu saja dipersilakan untuk mengambil alih peran tersebut, hanya jika Anda mau bertanggung jawab ketika hal yang tidak di inginkan terjadi. Mudah bagi seseorang untuk mengkritik seseorang yang memimpin, dan mudah bagi mereka untuk berpikir kalau mereka bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik. Hal yang tersulit adalah ketika mereka harus bertanggung jawab.

Daripada Anda membuat keputusan tanpa persetujuan dari suami Anda dan kemudian menyalahkan nya ketika tidak berjalan semestinya, mengapa tidak mencoba bekerja bersama. Anda bisa memutuskan bersama bagaimana suatu hal di lakukan, dan tanyakan keputusan final padanya.

8. Tidak Merasa Bahagia
Salah satu cara tercepat untuk menghancurkan pernikahan Anda dengan menghabiskan waktu merasa sedih dan tidak bahagia. Ketika Anda mengerutu, mengeluh, memaki dan menyalahkan orang lain setiap hari, Anda memilih untuk tidak bahagia.

Anda harus mengingat bahwa Anda memiliki pilihan untuk bahagia pada setiap masalah Anda, Anda perlu bertanggung jawab dengan kebahagiaan Anda sendiri, sesulit apapun masalah Anda.

9. Menurunkan Moral dan Menghancurkan Semangatnya
Satu hal yang harus Anda hindari adalah kecewa dengan kegagalan dari suami dan anak - anak Anda. Tidak hanya ini tidak membuat Anda bahagia, namun Anda juga menurunkan moral dan menghancurkan semangat mereka. Berhenti untuk memperbaiki setiap kekurangan yang Anda lihat pada mereka.

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan. Anda bisa menguatkan atau menghancurkan nya. Pilihan tersebut ada pada diri Anda.
10. Memilih Pria yang Salah
Anda terus mengulangi hal yang sama berulang kali. Anda bertemu dengan seorang pria. Anda menyukainya. Anda mulai berkencan. Kemudian Anda menyadari kalau Dia memiliki kekurangan. Dia suka berteriak seperti ayah Anda. Dia suka minum dan memakai kekerasan. Anda berpikir kalau hal tersebut tidak masalah, karena Anda akan memperbaikinya setelah menikah.

Anda memiliki pemikiran yang salah. Pria yang Anda kencani akan tetap sama setelah menikah. Anda tidak bisa merubah seseorang. Anda tidak bisa marah atau ngotot untuk merubah mereka, menikah tidak akan bisa memperbaiki mereka.

Dia tidak akan secara ajaib menjadi lebih bertanggung jawab, lebih bisa diandalkan, atau lebih mencintai Anda setelah menikah. Jadi, jika Anda ingin suami yang baik, cari lah pria yang baik, dan menikah dengan nya.

Penulis : Susana 
Image : www.neilrosenthal.com