.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pernikahan Bukan Kemitraan Melainkan Pengorbanan


Di jaman ini orang mengejar persamaan hak dan “fairness”, termasuk dalam pernikahan.  Kalau dia dapat ini, saya harus dapat itu. Kalau saya kerjakan ini, dia harusnya mengerjakan itu.  Mungkin dalam hal lain persamaan hak dan fairness baik untuk diterapkan, tapi dalam pernikahan bisa menjadi penyebab gagalnya pernikahan.  Pasangan tidak lagi menjadi satu tim, melainkan masing-masing sibuk mengejar “hak”nya dalam sebuah pertarungan kekuasaan yang tak pernah berakhir.

Walaupun sepertinya Anda dapatkan apa yang Anda inginkan, tetapi sebenarnya Anda kalah telak. Anda telah kehilangan keintiman dalam pernikahan, rasa hormat, dan perasaan bahagia saat Anda menyenangkan seseorang yang Anda cintai.

Resep pernikahan yang bahagia bukanlah “persamaan hak” melainkan pengorbanan dan kemurahan hati. Saat Anda memberi 100% untuk pasangan (memberi perhatian, kerja keras, keuangan, mengutamakan dia), Anda telah membangun pernikahan yang kokoh. Mengalah bukan berarti kalah, tetapi mengalah untuk menang bersama-sama (EI)
Pernikahan Bukanlah Kemitraan 50%-50%, Tetapi Pengorbanan 100%-100%

Penulis : Esther Idayanti
image : completewellbeing.com