.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Jadilah Seorang Pemimpin yang Dikagumi


Kebanyakan atasan tidak peduli bila anak buahnya berkata, “I don’t like my boss,” yang penting pekerjaan beres.  Mereka berpikir bisa saja menjadi pemimpin yang efektif tanpa harus disukai oleh anak buahnya.  Tetapi ternyata tidak demikian. Jack Zenger dan Joseph Folkman mengadakan studi pada 50,000 pemimpin, dan hanya 27 orang pemimpin yang tidak disukai tapi dapat menjadi pemimpin yang efektif. Riset lain mengatakan bahwa orang lebih memilih bekerja untuk pemimpin yang kurang kompetensinya tapi baik, daripada bekerja di bawah pemimpin yang hebat tetapi tidak menyenangkan. Ternyata, menjadi orang yang menyenangkan penting bagi kepemimpinan Anda. Tetapi bagaimana bisa menjadi seorang atasan yang disukai bila tugas atasan memang memberi perintah, mengevaluasi, dan seringkali harus bertindak tegas?

Mentor
Tidak hanya memerintah, tetapi perhatikan juga perkembangan anak buah Anda. Bantu mereka mengembangkan diri mereka. Jadilah coach, mentor dan guru buat mereka.

Menginspirasi
Para pemimpin terbiasa menetapkan target dan menuntut untuk mendapatkan hasil yang ekselen. Pada intinya mereka “mendorong.” Tetapi pemimpin yang efektif juga “menarik” anak buahnya dengan menginspirasi mereka. Contohnya dengan sesekali turun tangan menyelesaikan masalah mereka, menjadi role model, memegang integritas, juga dengan komunikasi yang baik.

Mendengar
Kadang hubungan atasan ke bawahan adalah hubungan satu arah. Tetapi pemimpin yang disukai ternyata mereka yang berani meminta “feedback” dari orang lain dan berusaha berubah.
Menjadi pemimpin yang disukai bicara tentang EQ bukan IQ. Kalau Anda menjadi pemimpin yang dikenal baik, walaupun kadang keputusan Anda tidak populer, Anda tetap disukai. Dan Anda akan mendapatkan staf yang setia dan memberikan dedikasinya bagi Anda (Esther Idayanti)

Pemimpin Dikagumi, Bos Ditakuti (Vicente del Bosque)

Penulis : Esther Idayanti