.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Harapan dan Tantangan dalam Sebuah Pernikahan


Pernikahan itu berat. Mempelajari semua hal mengenai suatu hubungan memberikan Anda pengetahuan yang luas mengenai cara mendapatkan pernikahan yang sukses, namun menerapkan nya merupakan hal yang berbeda. Pernikahan Anda akan menjadi pekerjaan yang tidak akan pernah berakhir.

Bisa jadi Anda dan pasangan Anda sudah melakukan sekuat mungkin untuk mempraktekan cinta. Mencintai orang lain membutuhkan banyak sekali latihan, karena Anda berdua bisa menjadi orang yang egois. Kebanyakan orang memiliki sifat untuk menyelamatkan diri mereka sendiri, yang menjelaskan mengapa suatu hubungan bisa terasa sulit.

Insting Alami untuk Menjaga Diri Sendiri Dibandingkan Orang Lain. Terkadang menjaga diri sendiri bisa berarti melupakan orang lain. Memiliki hubungan terutama dengan orang yang Anda sayangi, merupakan latihan yang terus di lakukan untuk mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan diri sendiri, yang bisa terasa tidak nyaman bagi Anda.
Anda mencintai pasangan Anda, namun akan ada hari tertentu di mana Anda mencintai diri Anda sendiri.  Hari di mana Anda sibuk mencintai diri Anda sendiri, harapan bagaimana pasangan Anda seharusnya memperlakukan Anda, dan bagaimana Anda memang layak mendapatkan nya akan datang pada pikiran Anda.

Bukan nya menyambut hari dengan sikap saling peduli, mencari cara untuk bisa membantu pasangan Anda, Anda menjalani hari dengan berbagai keinginan egois dan sikap menuntut. Yang kemudian, membuat kekecewaan, amarah dan dendam.

Ketika Anda mempunyai anak, perasaan tersebut akan datang lebih kuat. Semua rasa frustasi dan kelelahan menjadi orang tua membuat Anda memperhitungkan semua penderitaan Anda. Dan untuk setiap penderitaan itu, Anda kemudian mencatat berapa banyak hutang yang di miliki pasangan Anda pada Anda.

Semakin banyak hutang yang tersimpan, semakin Anda merasa kesal. Amarah dan mengasihani diri sendiri membuat Anda tidak bisa melihat kegembiraan menjadi orang tua, waktu berharga bersama bayi baru Anda.

Anda dan pasangan Anda menjadi jarang berbicara, dan jika berbicara kemudian menjadi pertengkaran. Anda berdua saling mencatat semua penderitaan yang Ada alami dan berharap semua yang Anda inginkan terpenuhi dalam suatu hubungan.

Ada tidak bisa menikmati menjaga bayi cantik yang merupakan buah hati Anda berdua. Keluarga bahagia Anda semakin retak, dan semua itu merupakan kesalahan Anda berdua.
Membangun kembali hubungan Anda membutuhkan waktu, tenaga dan kesabaran. Anda berdua tidak menghapus semua catatan kekesalan Anda secara langsung, namun keinginan untuk bersama kembali harus di mulai dengan menyingkirkan dinding amarah yang memisahkan Anda berdua.

Anda harus mulai belajar untuk tidak berharap akan sesuatu setiap hari nya, melainkan berpikir bagaimana Anda bisa membantu pasangan Anda hari ini? Pemikiran sederhana ini bisa memutar balik perspektif Anda. Daripada melihat nya dengan mata yang penuh kritik dan menilai setiap perlakuan nya terhadap Anda, lihat lah dengan mata yang penuh cinta.

Cinta yang Murni dan Tanpa Berharap balasan. Untuk bisa mencintai melalui dukungan Anda pada nya bisa menjadi cara terbaik dalam mencintai.

Penulis : Susana Young
Image : abcnews.go.com