.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Hanya dengan Menyembah Tuhan Hidup Akan Lebih Bermakna


Pernah nonton film Minion? Film kartun tentang makhluk kuning kecil yang mencari tuan. Pembukaan film itu mengisahkan para Minion mengikuti dinosaurus, ternyata dinosaurus mati. Mereka kemudian mengikut Firaun, ternyata Firaun juga mati. Lalu mengabdi pada Napoleon, tapi mati karena mereka salah tembak. Pada intinya mereka terus mencari “tuan” untuk diikuti.

Manusia seperti minion-minion itu, mencari seseorang untuk mengabdi atau disembah. Karena alasan ini juga, saya percaya manusia tidak berasal dari kera yang berevolusi. Kera dan binatang lainnya tidak memiliki “roh” yang mendorong dia untuk mencari sesuatu untuk disembah. Tidak pernah kita lihat kera menyembah batu atau memberi sesajen di pohon besar.  Tetapi manusia sejak dahulu mencari sesuatu untuk disembah.  Di masa lalu mereka menyembah pohon besar (dinamisme), ada yang menyembah matahari dll. Di zaman modern orang “menyembah” atau menjadi budak dari berbagai hal yang menyita hidup dan perhatiannya, tidak jarang ia lupa mencari siapa “tuan” yang sebenarnya.
Dalam hati semua manusia, Tuhan membuat sebuah lubang yang hanya bisa diisi oleh kehadiran-Nya. Orang berusaha mengisinya dengan uang, tetapi tidak akan pernah puas. Yang lain mencari cinta untuk memenuhinya, tetap merasa kesepian juga. Ada yang berpikir kalau aku mengisinya dengan diriku, karirku, keluargaku, maka aku akan puas. Ternyata tidak juga. Lubang itu tetap di sana, supaya manusia mencari penciptanya. Ketika ia berjumpa dengan Sang Pencipta, barulah ia tenang karena hidup kini menjadi bermakna (EI).

Ada Kerinduan Dalam Diriku yang Tak Bisa Dipuaskan Oleh Pengalaman Apapun di Dunia Ini; Penjelasan yang Paling Mungkin adalah Aku Diciptakan Untuk Dunia yang Lain (C.S. Lewis)

Penulis : Esther Idayanti