.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Kebiasaan yang Diajarkan Anak Untuk Bahagia Saat Dewasa


Tidak ada orang tua yang tidak menginginkan anak nya untuk bahagia. Namun beberapa pemikiran orang tua untuk membuat anak nya bahagia terkadang berlawanan dengan penelitian yang menunjukkan cara untuk membuat anak bahagia.

Namun terkadang kebahagiaan yang di cari oleh orang tua adalah kebahagiaan yang hanya sesaat, kebahagiaan yang memuaskan diri mereka dan anak mereka, tentu saja masih banyak lagi faktor yang bisa menentukan kebahagiaan.

Singkatnya dari penelitian, agar anak bisa mendapatkan kebahagiaan dalam jangka panjang, maka empat kebiasaan berikut bisa di lakukan oleh orang tua dan anak mereka.

1. Keterlibatan
Apakah anak Anda memiliki hobi atau kegiatan yang membuatnya lupa akan waktu? Apakah kegiatan ini bisa semakin menantang ketika kemampuan anak Anda berkembang? Dua kualitas ini, lupa waktu saat di lakukan dan kemungkinan semakin menantang nya kegiatan tersebut saat kemampuan nya berkembang.

Bagi anak - anak, bermain adalah kegiatan yang mengalir. Pastikan kalau jadwal harian mereka mengijinkan untuk waktu bermain yang bebas dan terstruktur. Bagi anak dengan umur 7 tahun ke atas, bantu anak untuk mengenali kegiatan apa saja yang bisa mereka pelajari dan berkembang dengannya, hanya jika mereka belum menunjukkan ketertarikan dengan suatu hal dengan sendiri nya.
Musik dan olahraga adalah langkah awal yang bagus, namun pertimbangkan juga setiap kegiatan yang membutuhkan kemampuan dan tantangan yang berkembang, seperti seni, berkebun, atau kerajinan kayu. Pastikan waktu bermain tetap Ada.

2. Arti
Dorong anak Anda untuk memikirkan mengenai dunia sekitar mereka. Menjadi relawan adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan arti, namun setiap kegiatan yang berhubungan dengan kepedulian dan kebaikan juga bagus dilakukan.

Mulai dari memungut sampah di sekitar, menyumbangkan makanan ke tempat penampungan, atau menulis surat kepada politisi untuk mengambil tindakan secepat nya dalam masalah sosial.

Penting untuk di perhatikan bahwa inti dari menjadi relawan dan setiap kegiatan yang penuh arti bukan lah untuk membangun resume kuliah, jika anak Anda menganggap bahwa kegiatan sosial tersebut adalah untuk meningkatkan kemungkinan di terima kuliah, maka hal ini merubah kegiatan dari membantu orang lain menjadi membantu diri sendiri.

3. Bersyukur
Salah satu cara populer untuk membantu anak mengembangkan kebiasaan untuk bersyukur adalah dengan menerapkan nya setiap hari saat makan. Contohnya saat makan malam, Anda bisa bisa berkeliling meja dan menanyakan setiap anggota keluarga mengenai apa yang Dia syukuri hari ini.

Beberapa cara untuk menumbuhkan rasa bersyukur adalah dengan berterima kasih dengan seseorang, menyimpan jurnal bersyukur, dan berdoa.

4. Berolahraga
Berolahraga sudah seharusnya menjadi bagian dari Anda dan anak Anda setiap hari, tapi tidak harus pergi ke gym atau hal yang di sebut olahraga.
Bagi anak, berolahraga sudah seharusnya seperti bermain. Jika anak bergerak dengan tubuh mereka dan mengeluarkan keringat, maka itu di hitung olahraga. CDC merekomendasikan setidaknya 60 menit berolahraga setiap hari bagi anak dan orang dewasa.

Karena waktu tidaklah banyak dalam sehari, prioritaskan tidur dan berolahraga atau bermain di bandingkan menonton televisi atau kegiatan lain nya.

Jauhkan televisi atau benda lain nya dari kehidupan keluarga Anda, jika mereka bisa di akses dengan mudah atau menjadi bagian dari keseharian keluarga, maka kemungkinan besar mereka akan mengambil banyak waktu di bandingkan berbicara, bermain, membaca dan masih banyak lagi.

Gunakan waktu untuk menonton televisi dengan seminimal dan sebaik mungkin, misalnya dengan menonton bareng keluarga di hari jumat, atau bermain video game di hari minggu setelah bepergian.

Penulis : Susana Young