.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Definisikan Masalah Maka Mudah Untuk Menyelesaikannya


Albert Einstein pernah berkata, “Kalau saya diberi satu jam untuk menyelamatkan planet ini, saya akan ambil 59 menit untuk mendefinisikan apa masalahnya dan satu menit untuk menyelesaikannya.” Ungkapan ini memang agak ekstrim, tetapi mengandung kebenaran. Masalah yang didefinisikan dengan benar membantu untuk mencari penyelesaian yang tepat, sehingga menghemat waktu, tenaga dan biaya.

Namun seringkali kita tidak mendefinisikan masalah dengan tepat. Contohnya, bila terjadi satu masalah di kantor, orang marketing berkata "Marketing kurang gencar." HRD berkata, "Orang yang kita tugaskan tidak tepat." Bagian perencanaan berkata "Strategi salah." Padahal biasanya sebuah masalah disebabkan oleh lebih dari satu hal saja. Demikian pula masalah dalam keluarga dan kehidupan sehari-hari.

1.  Hindari pandangan yang terlalu "simplistik" dengan memvonis satu orang atau satu hal menjadi penyebab masalah. Bisa jadi, kita termasuk dalam penyebabnya. Terbukalah untuk berbagai kemungkinan dan pandangan.

2. Hubungi orang di luar lingkup masalah, yang dapat melihat hal itu secara lebih obyektif. 

3. Tanyakan pada diri sendiri atau tim Anda, "Apakah ini benar-benar masalahnya?" sebelum Anda berkata "Masalahnya adalah..."
4. Fakta adalah teman Anda saat harus membuat keputusan yang kompleks. Sebagai pemimpin, kadang kita terbawa untuk membuat keputusan sesuai dengan pengalaman dan pandangan kita. Tetapi kita harus mendisiplinkan diri/tim kita untuk selalu mengumpulkan data dan mengecek semua informasi yang ada dengan sungguh, untuk menghindarkan dari pembuatan keputusan yang ceroboh (EI)

Masalah yang Didefinisikan dengan Jelas, Adalah Masalah yang Setengahnya Telah Diselesaikan (Dorothea Brande)

Penulis : Esther Idayanti