.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sembilan Mitos Tentang Kreativitas yang Tidak Benar


Kreativitas adalah hal yang banyak di inginkan setiap orang. Dengan menjadi seseorang yang kreatif, mereka berharap untuk bisa mendapatkan kebahagiaan atau bisa membantu orang lain. Namun terkadang banyak orang yang mempercayai berbagai mitos mengenai kreativitas.

Berikut adalah kepercayan yang mengakar, dan sering Anda dengar setiap waktu. Walau terkadang masuk akal bagi sebagian orang, namun kenyataan nya mereka tidak seperti yang di maksud, ini alasan nya:

1. Inovasi = Kreativitas
Kedua kata ini sering sekali digunakan bergantian. Kenyataan nya meskipun kedua nya berhubungan, namun adalah hal yang berbeda. Inovasi adalah proses mengenalkan hal yang baru dan bermanfaat. Sedangkan kreativitas adalah proses yang memberikan hal baru bagi ide yang sudah lama.

Hubungan di antara keduanya bisa di gambarkan sebagai hal di mana inovasi adalah implementasi dari ide kreatif.

2. Inovasi = Kewiraswastaan dan Startup
Mitos: Inovasi tidak bisa di capai oleh perusahaan besar yang sudah lama, hanya startup yang bisa.

Kenyataan: Meski banyak inovasi datang dari perusahaan startup, beberapa inovasi terbesar datang dari perusahaan besar dan sudah lama berdiri. Mitos seperti ini hanya bertindak sebagai ramalan dan mencegah perusahan besar untuk berinovasi seperti startup.

3. Anda Hanya Terlahir Kreatif dan Tidak
Mitos: Kreativitas tidak bisa di pelajari atau di latih.

Kenyataan: Kepercayaan umum ini, juga menjadi ramalan, yang kemudian menyebabkan seseorang untuk tidak mempercayai kalau mereka kreatif, tidak akan pernah bisa, dan tidak perlu untuk mencoba. Padahal fakta nya, kreativitas bisa di pelajari, dan bisa di latih, sama seperti otot pada tubuh Anda.

Hal itu bisa di pengaruhi oleh latihan Anda, bagaimana Anda mengeluarkan pendapat mengenai ide lama, kebingungan untuk bisa berkembang, memicu kombinasi berbagai ide menjadi ide baru, dan bersantai ketika hal itu terjadi. Ide hebat bisa datang tiba - tiba, tapi kreativitas tidak.
4. Tidak Ada hal yang Bisa Anda Lakukan untuk Meningkatkan Inovasi di Perusahaan Anda
Mitos: Jika perusahaan Anda kehilangan inovasi nya, maka hal itu akan sulit untuk di pulihkan dan satu - satu nya cara untuk meningkatkan inovasi adalah dengan membeli nya.

Kenyataan: Sama hal nya dengan setiap orang yang bisa meningkatkan kreativitas mereka, begitu juga dengan perusahaan. Karena inovasi adalah penerapan dari ide kreatif pribadi (dan tim), maka sebuah organisasi memiliki tiga kebebasan dalam meningkatkan kreativitas.

Pertama adalah dengan memperkerjakan orang kreatif. Mereka yang berjuang untuk menjadi lebih kreatif. Kedua adalah dengan menciptakan lingkungan yang memotivasi pribadi (dan tim) untuk lebih kreatif, dan yang ketiga adalah dengan menanamkan pilihan ide kreatif tertentu kepada pribadi.

5. Anda perlu untuk mendorong inovasi
Mitos: Inovasi tidak terjadi dengan sendirinya. Jika pegawai di berikan pilihan, mereka tidak akan berinovasi. Anda, sebagai eksekutif perlu untuk memberikan dorongan untuk berinovasi.

Kenyataan: Mendorong inovasi tidak lah efektif. Inovasi tidak seperti bermain golf, dan jauh lebih rumit. Anda perlu membiarkan hal itu terjadi, namun tidak bisa memaksaan itu terjadi. Anda tidak bisa memaksa pegawai untuk lebih kreatif, tapi Anda bisa mendorong mereka untuk mencoba sesuatu tanpa perlu takut kegagalan, selama mereka bisa belajar dari hal itu.

Anda bisa mendorong kebiasaan yang bisa meningkatkan kreativitas, dan menghilangkan kebiasaan yang bisa mengurangi kreativitas. Birokrasi, politik internal, dan kompetisi internal adalah beberapa hal yang harus Anda hilangkan.

6. Anda Perlu Membangun Ruangan Inovasi dan Meluangkan waktu untuk Kreativitas
Mitos: Inovasi tidak bisa terjadi saat pegawai melakukan pekerjaan nya di meja kantor nya. Anda perlu untuk membangun ruangan inovasi dan menaruh para pegawai di sana untuk berinovasi. Terlebih banyak perusahaan besar yang melakukan hal ini, dan menurut Anda jika hal ini berhasil bagi mereka maka Anda harus menerapkan nya.

Kenyataan: Kenyataan nya, hal tersebut tidak lah benar karena Anda tidak bisa mengendalikan kapan dan dimana ide bisa datang. Anda hanya bisa menciptakan lingkungan yang bisa membuat pegawai dan tim menjadi lebih kreatif, dan mengijinkan organisasi untuk menerapkan ide terbaik.

Tapi lingkungan ini perlu hadir setiap hari, pada setiap ruangan.

7. Bonus Bisa Meningkatkan Kreativitas
Mitos: Orang bekerja untuk uang. Jadi kenapa tidak menjanjikan bonus untuk ide hebat? Kebanyakan perusahaan memberikan bonus untuk setiap hak paten.

Kenyataan: Tidak hanya bonus dari sisi keuangan tidak meningkatkan kreativitas, namun ternyata malah mengurangi nya. Percobaan menunjukkan bahwa bonus justru menurunkan kreativitas. Bonus hanya terbukti meningkatkan produktivitas dalam tugas yang mudah dan berulang - ulang.

Namun, tugas yang lebih rumit, terutama menciptakan ide baru, biasa nya motivasi justru datang dari tugas tersebut. Dorongan dari pengawas dan organisasi, kemandirian, dan sumber daya yang tepat bisa mendorong kreativitas, sementara bonus berupa uang justru menghancurkan nya.

8. Inovasi Membutuhkan Sumber daya dan Pendanaan yang besar
Mitos: Inovasi di ukur dari berapa besar persentasi keuntungan yang di alokasikan pada R&D. Semakin banyak uang di belanjakan untuk R&D, maka perusahaan tersebut akan semakin berinovasi. Anda perlu memberikan orang yang kreatif dengan sumber daya yang mereka perlukan.
Fakta: Tidak ada bukti bahwa jumlah uang yang di investasikan pada R&D bisa memberikan kreativitas lebih. Memang pegawai setidaknya butuh sumber daya untuk mencoba ide baru, tapi terlalu banyak sumber daya tidak akan menambah kreativitas, selain itu Anda juga harus lebih kreatif ketika memiliki sumber daya lebih sedikit.

9. Pemikiran Inovasi harus ditanamkan pada Seluruh Bagian Organisasi
Mitos: Masalahnya dengan inovasi adalah hal tersebut harus di tanamkan di seluruh bagian organisasi. Hal terakhir yang tidak Anda inginkan adalah departemen akuntan kreatif, atau bagian produksi yang tidak mengikuti proses. Anda harus memilih seluruh atau tidak sama sekali.
Fakta: Tidak semua bagian perlu untuk berinovasi, Anda hanya perlu tau bagian mana yang perlu untuk berinovasi, dan memberikan kebebasan pada pegawai di bagian tersebut untuk berkreativitas. Otonomi, kebebasan dari proses dan birokrasi bisa di terapkan pada beberapa area perusahaan, namun tidak semua.

Bagian kreatif dan tim tersebut akan bertanggung jawab mengembangkan ide baru, bebas dari birokrasi dan regulasi yang mengikat mereka. Sedangkan bagian lain seperti produksi dan akuntansi harus mengikuti aturan yang sudah di tetapkan.

via inc.com