.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Membandingkan dengan Orang Lain hanya Membuat Anda Merasa Kalah


“Comparison is the death of Joy,” kata Mark Twain. Tetapi tiap hari kita membandingkan diri dengan orang lain, dari karir, penampilan, nilai rapor anak, hingga siapa yang paling banyak beramal!

Menurut Ark Markman, Ph.D, membandingkan hanya melahirkan rasa iri, rendah diri, depresi, dan mengurangi kemampuan untuk percaya pada orang lain. Membandingkan diri dengan orang lain hanya membuat Anda merasa kalah. Selalu ada orang yang lebih baik dari kita dalam segi apapun juga.

Satu Sisi Saja
Seringkali kita tidak “fair” dalam membandingkan, karena Kita hanya satu sisi saja, contohnya urusan karir, tanpa membandingkan keseluruhan kehidupan mereka. Padahal manusia sangat kompleks, berbeda dalam kepribadian, latar belakang, pengalaman, keluarga, hal-hal yang memengaruhi kita dll. Anda membandingkan pencapaiannya, tetapi tidak membandingkan besarnya penderitaan yang harus ia lalui untuk mencapainya. Kita adalah individu yang unik, tidak bisa dibandingkan seperti membandingkan dua apel.

Berkat yang Berbeda 
Tiap orang mendapatkan berkat yang berbeda dari Tuhan. Ada yang mendapatkan berkat karir yang maju pesat, ada yang mendapatkan pasangan hidup lebih awal, ada yang berhasil dalam pergaulan, dll.
Berpusat Pada Tujuan
Anda tidak bisa fokus pada tujuan Anda, bila Anda selalu melihat pada orang lain. Perbandingan yang tepat adalah membandingkan pencapaian Anda saat ini dengan tujuan Anda. Dan bandingkan diri Anda yang sekarang dengan diri Anda yang dulu. Contohnya, kalau ke gym, jangan bandingkan diri Anda dengan seseorang yang sudah “six pack” tapi bandingkan dengan saat Anda mulai dulu. Membandingkan membuat Anda sombong atau rendah diri, dua-duanya tidak ada manfaatnya. (EI).

Kepuasan Datang Dari Melakukan yang Terbaik, Bukan Membandingkan dengan Orang Lain (Rick Warren)

Penulis : Esther Idayanti
Image : www.charlesstone.com