.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Lima Cara Menghentikan Pikiran Malas dan Membuat Keputusan yang Baik


Jumlah keputusan yang bisa Anda buat atau kerumitan dari masalah yang Anda selesaikan terkadang bisa melebihi kapasitas otak. Untuk bisa menrespon lebih cepat dan efisien terhadap banyak hal dalam kehidupan harian Anda tanpa memutuskan hal yang sama, otak Anda mulai mempermudah pembuatan keputusan.

Caranya? Dengan menciptakan jalan pintas. Jalan pintas bernama heuristik ini sebenernya keputusan yang Anda pelajari dan pilih sebelumnya.

Heuristik membantu Anda membuat keputusan dalam waktu singkat. Tapi untuk setiap waktu yang Anda hemat, Anda kehilangan akurasi. Jika heuristik atau jalan pintas ini memiliki kelemahan, maka keputusan Anda juga akan memiliki hal yang sama.

Pemikiran yang malas atau ego Anda bisa memberikan pengaruh pada keputusan yang Anda buat, tindakan yang Anda lakukan dan hasil yang Anda dapatkan.

Anda bisa melatih diri untuk menghindari bias tersebut, berikut adalah lima cara untuk menghindari bias yang bisa di lakukan saat mengambil keputusan.
1. Mempertanyakan Apa yang Anda Percayai
Jika Anda menerima sebuah ide sebagai hal yang logis dan benar hanya karena terdengar masuk akal, maka Anda melakukan prasangka kepercayaan. Semakin Anda mempercayai prasangka itu, kemungkinan untuk mencari bukti akan semakin berkurang.

Kepercayaan tersebut akan mengurangi tindakan yang akan Anda ambil atau lakukan untuk mencapai tujuan Anda. Fakta apa yang mendukung kepercayaan Anda?

2. Cari Fakta yang Berlawanan dengan Kepercayaan Anda
Semua orang pasti ingin merasa benar, dan untuk melindungi keinginan tersebut, Anda mencari bukti yang mendukung ide Anda dan mengabaikan bukti yang berlawan dengan ide tersebut.

Ini adalah prasangka konfirmasi, dan meskipun terdengar lebih ilmiah di bandingkan prasangka kepercayaan, ini masih merupakan hal yang salah. Prasangka ini membuat Anda merasa kalau Anda benar meskipun sebenarnya salah.

Ketika Anda meyakini kalau seseorang tidak mampu, Anda akan terus mencari kesalahan nya untuk membuktikan kalau Anda benar. Dengan mencari bukti yang berlawanan dengan hal yang Anda percayai tidak hanya bisa mengantisipasi masalah tapi juga membantu kepercayaan Anda.

3. Memperkirakan Kemungkinan Sukses
Beberapa orang bisa memiliki pendapat, atau mengamati berdasarkan statistik, dan beberapa menggunakannya saat membuat keputusan. Ketika Anda melakukan suatu hal tanpa mempertimbangkan kemungkinan sesungguhnya, maka Anda menunjukkan prasangka lain yaitu hitungan dasar kelalaian.

Dasar hitungan tersebut bisa saja penuh dengan testimonial dan membuat Anda lupa mengenai apa yang bisa terjadi. Anda hanya melihat persentase yang sudah pernah terjadi, namun mengabaikan kemungkinan lain yang tidak tertulis atau diberitahukan.

Tanyakan pada diri Anda, apa saja hal lain yang Anda perlu ketahui?

4. Pertimbangkan Kemungkinan Anda Salah
Jika Anda sering memperkirakan tim mana yang akan menang, film apa yang akan menjadi box office, atau stok mana yang akan meningkat, maka Anda sedang menunjukan prasangka mengetahui.

Anda mengklaim kalau Anda sudah mengetahui apa yang akan terjadi, namun klaim tersebut dilakukan setelah kejadian tersebut terjadi. Yang lebih parah nya, Anda mempercayai klaim ini.

Prasangka mengetahui bisa menjadi lebih parah. Penelitian menunjukkan beberapa orang terkadang salah mengingat mengenai perkiraan mereka sendiri. Tanyakan pada diri Anda apa saja hal yang salah Anda perkirakan di masa lalu?

5. Belajar Mengikuti atau Mencampakkan Emosi Anda
Apakah Anda bisa mengambil keputusan yang baik tanpa terpengaruh oleh emosi Anda? Mungkin, tapi beberapa kasus akan membutuhkan waktu dan kerja keras.

Perasaan emosional mengirimakan pesan langsung kepada otak Anda, yang kemudian menentukan apa yang akan Anda lakukan dengan semua informasi yang masuk. Ketika sisi emosi Anda lebih kuat, mereka terkadang mempengaruhi keputusan Anda.
Hal ini di sebut dengan prasangka mendalam.

Perasaan Anda saat itu bisa mengubah obyektifitas dan mempengaruhi penilaian Anda terhadap seseorang atau situasi saat itu. Emosi positif bisa membuat Anda merasa terlalu percaya diri dengan kemampuan Anda, meremehkan resiko yang ada, melebihkan potensi yang Anda dapatkan dan menggeser prioritas Anda.

Hal yang membuat Anda merasa nyaman terlihat lebih penting, di butuhkan atau berharga. Orang yang membuat Anda merasa nyaman terlihat lebih membantu dan bisa di percaya.

Sisi negatif di lain pihak bisa membuat Anda meremehkan kemampuan Anda, terlalu membesarkan resiko dan akibat serta menghiraukan prioritas Anda. Anda menilai sesuatu yang membuat Anda merasa tidak nyaman sebagai hal yang tidak penting, tidak dibutuhkan, tidak bermanfaat.

Penulis : Susana Young
image :  youtube.com