.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Ketakutan Adalah Musuh Terbesar Semua Orang


Baru-baru ini seorang polisi di Minnesota menembak seorang kulit hitam ketika ia hendak mengambil SIM nya di dompet, karena polisi mengira orang itu sedang meraih senjatanya. Ketakutan membuat polisi itu menembak seorang tak bersalah.

Ketakutan adalah motivator yang payah dan membuat orang mengambil keputusan yang salah. Karena takut hidup dengan kanker, seorang gadis memilih disuntik mati dan menyebutnya “death with dignity.” Karena takut menghadapi kenyataan, ada orang yang memilih hidup dengan narkoba. Karena takut tidak sukses, orang melakukan kompromi dan menghalalkan segala cara. Karena takut sendiri, orang buru-buru mencari pacar sembarangan. Karena ketakutan terancam posisinya, satu kelompok memerangi yang lain dalam suatu negara.

Presiden Roosevelt berkata, "Satu-satunya hal yang kita harus takuti adalah ketakutan itu sendiri." Memang benar, karena 80% hal-hal yang kita takuti ternyata tidak terjadi.

Kebalikan dari rasa takut bukan "berani" tapi "percaya"/iman. Keberanian lahir karena seseorang percaya. Ia percaya bahwa Tuhan yang melindungi. Percaya bahwa kalau Tuhan sudah menetapkan bagiannya, tidak perlu ia kompromi. Percaya bahwa Tuhan akan mendampinginya melalui penderitaan dan menang.
Ketakutan lahir saat kita membayangkan yang negatif. Percaya lahir ketika kita memberi makan iman kita dengan firman-Nya. Ketakutan dan iman tidak bisa tinggal di satu tempat. Di mana ada iman, ketakutan angkat kaki. Sebenarnya mudah saja, kehadiran Tuhan mengakhiri ketakutan. (EI).

Ketakutan Memenjarakan, Iman Memerdekakan. Ketakutan Melumpuhkan, Iman Menguatkan. Ketakutan Melemahkan, Iman Mendorong. Ketakutan Membuat Sakit, Imam Menyembuhkan (Harry Emerson Fosdick)

Penulis : Esther Idayanti
Image : www.tappingintoit.com