.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Hanya Proses Membuat Seseorang Menjadi Lebih Baik


Somerset Maugham, seorang penulis Inggris pernah berkisah tentang seorang petugas kebersihan di gereja St. Peter di London. Suatu saat, salah seorang pemimpin di sana mengetahui bahwa ternyata petugas kebersihan ini tidak bisa membaca, lalu ia dipecat. Karena ia tak mempunyai ijazah apapun, ia menggunakan simpanannya untuk membuka sebuah toko kecil. Lama-kelamaan toko itu berkembang, dan ia membuka toko lainnya, disusul toko-toko berikutnya. Pada akhirnya, ia memiliki jaringan toko-toko yang nilainya beberapa ratus ribu dolar. Suatu saat, pegawai bank di mana pengusaha ini menyimpan uangnya berkata, “Untuk ukuran seseorang yang tidak bisa membaca dan menulis, Anda sudah melakukan hal yang luar biasa. Bayangkan bila Anda bisa membaca dan menulis, seperti apa jadinya Anda?” Dijawab oleh pengusaha itu, “Hmm..  Saya akan jadi petugas kebersihan di gereja St. Peter.”

Apa yang kita pikir sebagai kemalangan (misfortune) kadang menjadi kesempatan terbesar, karena sebenarnya kesulitan dan tantangan adalah sebuah proses untuk mempersiapkan kita ke tingkat berikutnya dalam hidup. Diproses oleh kehidupan memang tidak enak, apalagi bila proses yang dialami cukup lama. Ada yang diproses melalui masalah dalam keluarga, kesulitan dalam pekerjaan, kesehatan yang terganggu, dll.
Pada kenyataannya, hidup adalah sebuah proses yang tidak akan selesai. Proses menjadi pribadi yang lebih baik, dengan iman yang lebih kuat, dan pengaruh yang lebih luas.  Manusia membenci proses, tetapi Tuhan menggunakan proses untuk meningkatkan kita. Karena Ia lebih peduli Karakter daripada karir kita. Lebih mementingkan Iman daripada impian kita.  Lebih penting Transformasi daripada tabungan kita. Tidak ada kesulitan dalam hidup ini yang sia-sia, karena Tuhan bisa menggunakannya untuk kebaikan kita.  Jalani proses kehidupan Anda bersama-Nya. (EI)

Kadang Ketika Kita Kehilangan Jalan Kita, Kita Menemukan Diri Kita (Mandy Hale)

Penulis : Esther Idayanti