.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Cinta Bukanlah Sebuah Permainan dan Hiburan Untuk Memuaskan Diri


Kalau melamar kerja, punya banyak pengalaman sangat menguntungkan. Kalau akan tampil dalam konser, latihan berkali-kali sangat membantu. Tapi dalam urusan cinta dan pernikahan ternyata pengalaman dan praktek berulang kali justru tidak menguntungkan, kata Scott Stanley, Ph.D dan Galena Rhoades, Ph.D.

Mengapa semakin banyak hubungan romantis sebelum pernikahan memperbesar resiko ketidakbahagiaan dalam pernikahan? Pernikahan adalah melepaskan berbagai alternatif untuk mengambil satu pilihan untuk seumur hidup. Semakin banyak hubungan romantis sebelum menikah, semakin banyak "alternatif" yang ada. Dalam dunia yang sangat terhubung seperti saat ini, dengan mudah seseorang menemukan kembali cinta lamanya.

Alasan lain, pernikahan tidak selalu indah. Ada masa-masa yang sibuk, penuh tekanan, tantangan dan menjengkelkan. Di saat-saat seperti ini, kenangan indah bersama para mantan bisa muncul kembali. Mulailah perbandingan dilakukan, dan sudah jelas siapa yang kalah, kehidupan yang saat itu dijalani. Kalau sudah begini, kebahagiaan menghilang ditelan bumi.
Jadi bagaimana? Baik untuk memiliki banyak teman dan "beredar" untuk mempelajari sifat dan karakter orang. Tetapi jangan membina hubungan romantis dan seksual dengan mereka. Memang ada kalanya hubungan yang kita pikir akan berakhir di pelaminan ternyata gagal. Tapi jangan terlalu mudah menjalin hubungan cinta. Jangan permainkan hatimu. (EI)

Cinta dan Romantisme Bukanlah Sebuah Permainan dan Hiburan Untuk Memuaskan Diri. Tetapi Sebuah Tanggung Jawab dan Komitmen yang Kita Berikan pada Seseorang yang Kita Nikahi Seumur Hidup (Esther Idayanti)

Penulis : Esther Idayanti