.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Tanda Balita Anda Berbakat


Apa bunda merasa si kecil memiliki bakat yang luar biasa? Berikut adalah tiga tanda yang harus bunda perhatikan yang menunjukkan si kecil memiliki bakat — dan saran bagaimana cara mengasuh anak berbakat.

1. Anak Anda Cepat Mempelajari Bahasa
Si kecil yang belum berusia 3 tahun sudah mengenali alphabet dan hampir dapat menyuarakan semuanya, ia sudah mengenal warna, angka, menghitung benda, dan mulai membaca kata seperti 'masyarakat,' memiliki pembendaharaan kata yang banyak ... Dan memiliki kemampuan berpikir logis dan menjawab yang luar biasa.
Satu dari indikasi pertama anak usia dini memiliki kemampuan diatas rata-rata adalah cepatnya anak mempelajari huruf dan kosakata. Sebagai contoh ada anak berusia 18 bulan yang memiliki kemampuan berbicara setara dengan anak usia 4-5 tahun. Sebagai tambahan, ia jua telah mengenali warna, bentuk, huruf, angka, lawan kata sebelum berusia 2 tahun.
Ada juga seorang ibu yang mengatakan anaknya berbakat karena disaat si anak berusia 3,5 tahun dapat belajar sendiri secara fonetik (dengan membaca suara), sehingga si anak dapat membaca dan berhitung dengan baik setidaknya dengan empat bahasa yang berbeda.

2. Si Kecil Senang Belajar
Terkadang bagi anak yang berbakat, tidak belajar justru membuat mereka frustrasi. Belajar membuat mereka merasa bahagia. Anak berbakat memiliki sifat ingin tahu untuk belajar hal baru sering membutuhkan percakapan dan perhatian yang konstan.

3. Anak Anda Berbakat Di Bidang Lain
Bakat datang dalam segala bentuk dan ukuran, namun kunci utama perbedaannya adalah kemampuan untuk berpikir jauh di luar itu dan berbeda dengan anak-anak lain seusianya.
Jika si kecil tidak menunjukkan bakat di bidang akademik, bisa jadi ia tetap berbakat. Sebagai contoh, ada anak yang tidak belajar membaca sama sekali sampai saatnya ia memasuki taman kanak-kanak, dan dalam waktu 9 bulan kemampuan membacanya setara dengan anak kelas 1 SD. Atau anak lainnya yang berusia 3 tahun, ia masih belum dapat membaca, tetapi ia berbakat secara emosional. Ia dapat merasakan adik bayinya merasa gugup atau frustrasi, dan memiliki empati terhadap hewan.

Terlepas dari si kecil berbakat atau tidak, ayah dan bunda tidak perlu membesarkan anak-anak dengan cara yang berbeda. Tidak perlu mendorongnya jika ia berbakat. Ia adalah ia. Tugas ayah dan bunda hanyalah menyemangati anak untuk menyukai belajar, bukannya mendorong si kecil menguasai kemampuan akademik.

Sangat mudah untuk berpikir si kecil perlu dimasukkan ke sekolah secepatnya, tetapi usia 3-4 tahun memerlukan kenyamanan, kestabilan di dalam rumah, dan kesempatan untuk berimprovisasi dalam permainan mereka dan juga kemampuan sosialnya sehari-hari.
Ayah dan bunda dapat memasukkan si kecil ke kelompok bermain, bukan agar ia belajar hal baru, tetapi membiasakan anak berada di kelompok anak-anak seusianya dan membiasakan struktur 'kelas' adalah ide yang baik sebelum mengikuti sekolah formal.

Puji si kecil atas usahanya, dibandingkan telah menjadi anak pintar, cerdas, atau baik. Hal ini akan membantu si kecil untuk lebih bekerja keras, daripada menyerah begitu saja bila situasi mulai menjadi semakin sulit. Ini berlaku untuk anak yang berbakat atau pun tidak.

Orang tua harus menghargai kualitas yang dimiliki anak. Hanya karena ada anak yang tidak memiliki IQ yang lebih tinggi, tidak berarti ia tidak layak untuk disayangi. Kita harus mencintai anak sebagaimana ia adanya.

Penulis : Susana
Image : www.growingbrilliant.com