.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pentingnya Sebuah Toleransi


Dunia dikejutkan dengan penembakan di sebuah “gay club” di Orlando yang memakan korban 49 orang meninggal dan 53 luka-luka. Ternyata sebelum kejadian ini,  sang penembak pernah menyatakan kebenciannya terhadap para gay. Betapa mahalnya harga sebuah kebencian. Di dunia yang semakin global dan bebas, orang dari berbagai macam latar belakang budaya, agama, dan ras, berkumpul menjadi satu, sehingga toleransi menjadi sebuah keharusan.

Toleransi Bukan Persetujuan
Tapi kemampuan untuk tidak setuju dengan orang lain (bahkan tentang hal-hal yang penting), namun tetap menghormati dan mengakui bahwa orang lain berhak memiliki pandangan yang berbeda, walaupun menurut Anda pandangan itu salah. Contohnya, seseorang bisa saja tidak setuju dengan praktek gaya hidup gay dan menentang kalau ada usulan pernikahan gay disahkan agama dan negara, tetapi bukan berarti ia tidak bisa berteman dengan para gay. Toleransi membuat kita bisa hidup berdampingan dengan damai dengan orang-orang yang berbeda dengan kita.

Toleransi vs Kompromi
Toleransi bukan berarti kita tidak punya keyakinan atau kompromi dengan dengan kepercayaan kita. Kompromi berarti mengubah prinsip yang mendasar, supaya bisa memasukkan seseorang/sesuatu dalam sistem kita. Sedangkan toleransi adalah mengasihi dan tanpa mengubah prinsip.  Jadi, kalau ada orang yang tidak setuju pada gay movement, jangan serta merta menuduh bahwa ia membenci para gay atau homophobic. Toleransi memberi ruang untuk orang saling tidak setuju tanpa harus membenci.
Toleransi Dan Kasih
Nelson Mandela berkata bahwa orang tidak lahir lalu membenci orang lain berdasarkan warna kulit, latar belakang atau agamanya. Jadi, kebencian adalah sesuatu yang dipelajari. Kalau mereka bisa belajar membenci, mereka juga bisa belajar mengasihi. Justru mengasihi sebenarnya lebih alami dari membenci. (EI)

Kita Harus Belajar Hidup Bersama Sebagai Saudara, Atau Musnah Bersama Sebagai Orang-Orang Bodoh (Martin Luther King, Jr.)

Penulis : Esther Idayanti