.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Lima Tanda Anak Minder Atau Kurang Rasa Percaya Diri


Kita mungkin berpikir dengan memuji anak akan memberikannya tambahan kepercayaan diri, tetapi kadang memuji saja tidaklah cukup. Seringkali, tidak peduli bagaimana kerasnya kita menyemangati si buah hati, ia tetap saja merasa minder. Sebagai orang tua, adalah tugas kita untuk mengenali kurangnya rasa percaya diri anak dan membangunnya. Tentunya, bagian awal selalu lebih mudah untuk dikatakan daripada dilakukan.

Berikut 5 tanda anak yang memerlukan tambahan rasa percaya diri.

1. Bagi anak yang kurang rasa percaya dirinya, kritik yang membangun cenderung menyiksa baginya. Ia tidak dapat menerima pujian, karena ia tidak percaya itu benar. Anak biasanya menanggapi pujian dengan tidak setuju, menggelengkan kepala, atau memutar mata (atau, dalam beberapa kasus, melakukan semuanya).

2. Apakah anak menghindari tugas bahkan tanpa berusaha mencobanya? Atau menyerah sebagai tanda frustrasi? Hal ini biasanya merupakan sinyal takut gagal, yang berasal dari percaya diri yang rendah.

3. Tidak semua anak mudah bergaul, terkadang rasa malu bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih besar. Anak yang tidak mau terlibat sedikit pun untuk bersosialisasi melakukannya karena ia khawatir apa yang akan orang lain katakan atau lakukan. Sifat ini juga dapat muncul tiba-tiba, jadi perhatikan jika anak mulai menarik diri dari teman-teman atau kegiatan ia sukai.

4. Hal ini mungkin tampak jelas, tapi masih sepadan untuk ditunjukkan. Meskipun rendahnya rasa percaya diri lebih terlihat pada anak usia abg (8-14 tahun) dan usia remaja (14-19tahun), tetapi anak-anak di bawah usia diatas lebih rentan akan pencitraan diri yang buruk. Jika anak selalu minder akan penampilannya, kecerdasannya, atau kepribadiannya, sudah waktunya untuk ayah dan bunda bertindak, berikanlah beberapa pujian yang sangat dibutuhkan anak.
5. Apa anak di sekolah merasa jagoan atau suka mengganggu temannya? Kita cenderung berpikir bahwa pembully atau pengganggu memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka berlagak seakan tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan. Tapi sebenarnya mereka bertindak demikian karena mereka sendiri merasa tidak aman.

Penulis : Susana 
Image : drkaylenehenderson.com