.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Lima Cara Menahan dan Meredam Amarah Anda


Semua orang tahu bagaimana rasanya sesekali marah. Hanya saja ketika seseorang selalu merasa sulit menahan amarah mereka, itu akan bisa meningkatan resiko terkena tekanan darah tinggi atau sakit jantung hingga penyakit kejiwaan seperti depresi dan rasa gelisah.

Terutama di saat bulan puasa, di mana selain menahan lapar dan haus, juga harus menahan emosi dan nafsu untuk marah.

Berikut adalah lima tips yang bisa di pakai untuk mengatur masalah amarah Anda:

1. Mulai Menulis pada Buku Harian
Kebanyakan orang terkadang mengaitkan amarah dengan kekerasan dan ancaman, tapi kenyataan nya inti dari amarah itu adalah sesuatu yang lain. Meskipun kemarahan bisa mengerakan tubuh, tapi banyak pilihan yang bisa di lakukan jika Anda memiliki pilihan.

Salah satu cara praktis untuk menjaga amarah Anda adalah dengan menyimpan dan menuliskan semua yang membuat Anda marah, bagaimana reaksi tubuh Anda dan bagaimana menghadapi nya dalam sebuah buku harian. Dengan begitu Anda bisa menganalisa pola yang bisa memberikan petunjuk untuk mengatasi amarah Anda.

2. Catat Apa yang Membuat Anda Merasa Kesal
Tuliskan apa yang membuat Anda kehilangan kendali akan emosi Anda. Kebanyakan orang mengira kalau amarah mereka datang begitu saja. Akan tetapi jika Anda mengamati dengan cermat, umum nya akan ada situasi yang memancing emosi dalam diri mereka.

Selain menuliskan apa yang membuat Anda marah, coba tuliskan apa yang terjadi setelah nya. Selain itu kurang tidur, lapar, sakit, dan alkohol bisa menjadi pemicu suasana hati Anda.

3. Jangan ditahan
Menahan perasaan hanya akan membuat nya keluar di lain waktu. Terutama ketika menahan amarah yang bisa berakibat stress kronis. Salah satu cara untuk menenangkan pikiran dan tubuh Anda dari ketegangan tersebut adalah dengan melakukan olahraga pikiran dan meditasi.

4. Ingat Saat - Saat Sebelum Marah
Semua gerakan, perasaan sebelum Anda marah seperti detak jantung meningkat, nafas yang naik turun, otot menegang dan mata yang semakin kabur. Catat semua peringatan dini ini dan berlatih bernafas untuk menenangkan pikiran Anda.

5. Berhenti Berpikir Egois
Pemikiran egois biasa nya akan terjadi saat marah, seperti ketika Anda mengatakan bahwa semua orang harus setuju dengan pendapat Anda. Atau ketika seseorang mengendarai dengan ceroboh, Anda mengatakan bahwa orang seperti itu seharusnya tidak diijinkan untuk membawa kendaraan di jalan raya.
Menganti pemikiran tersebut akan membawa Anda untuk memahami pemikiran orang lain, dengan melihat situasi dari berbagai sudut pandang Anda akan bisa lebih tenang dalam menganalisa situasi yang terjadi.

Penulis : Susana Young
Image : blog.instanoapp.com


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html