.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Enam Masalah Mental yang Halangi Anda Membuat Keputusan yang Tepat


Terkadang Anda menyesali keputusan yang telah Anda buat. Masalahnya adalah semua orang pernah merasakan nya, karena mereka manusia, dan itu sebabnya pasar selalu tidak selalu rasional, dan itu sebab nya mengapa konsumen tidak selalu rasional.

Itulah mengapa pria berumur mengira dengan membeli mobil Porsche akan menarik banyak perhatian wanita muda.

Inilah beberapa alasan umum mengapa semua orang termasuk Anda membuat keputusan yang akan disesali, dan bagaimana untuk menghindari mengambil keputusan tersebut.

1. Prasangka Ingatan
Prasangka ingatan adalah ketika Anda mengingat sesuatu, di mana hal tersebut pasti penting karena teringat kembali. Ini berarti Anda akan cenderung berat sebelah akan suatu informasi dan membuat keputusan berdasarkan prasangka tersebut.

Contoh nya adalah ketika Anda membaca mengenai pertempuran di Syria, Anda mungkin mengira sedang hidup di jaman yang penuh kekerasan, padahal fakta nya saat ini Anda hidup dalam jaman yang jauh lebih tenang.

Yang kemudian jadi masalah adalah ketika Anda mengingat hal tersebut dan mengambil keputusan berdasarkan prasangka tersebut, bukan berarti informasi itu salah, tetapi keputusan Anda sudah sepenuh nya terpengaruhi oleh prasangka yang belum tentu sesuai fakta.
2. Prasangka Keberhasilan
Prasangka keberhasilan adalah ketika orang lebih fokus dalam melihat seseorang atau sesuatu yang berhasil namun tidak melihat mereka yang gagal.

Contoh nya, banyak orang fokus pada keberhasilan steve jobs yang drop-out dari kuliah dan belajar di kelas yang menarik perhatian nya. Ini berhasil bagi jobs, tapi bagaimana dengan ribuan yang melakukan hal tersebut, apakah mereka semua sukses? Tidak, karena Anda tidak pernah mendengar mengenai mereka sama sekali.

Jangan pernah membuat rencana dengan melihat mereka yang berhasil. Kerja keras dengan mengetahui kekuatan, kelemahan dan hal yang membuat Anda bahagia. Dengan begitu Anda bisa menentukan jalan terbaik yang bisa Anda jalani.

3. Lebih Takut akan Kerugian
Semua orang lebih memilih untuk menghindari kerugian dibandingkan memperoleh keuntungan, simple nya mereka lebih takut kehilangan 1 juta di bandingkan mendapatkan 1 juta.

Bisa dimengerti kalau kerugian berarti kehilangan sesuatu yang Anda miliki, di bandingkan mendapatkan yang belum di miliki. Masalah nya kemudian jika hal tersebut menganggu Anda saat membuat keputusan misalnya untuk berbisnis dengan teman, atau tidak berani berinvestasi karena takut kehilangan duit, tapi bagaimana kalau hal tersebut justru menghasilkan pendapatan tambahan?

Kunci nya adalah dengan mengetahui apa dampak dan kerugian. Terkadang apa yang hilang ternyata tidak seperti yang Anda pikirkan, selain itu Anda bisa pulih kembali dari berbagai kerugian, tapi apakah Anda bisa pulih dari kehilangan karena tidak melakukan apapun untuk mencapai impian Anda?

4. Titik Awal
Dalam negosiasi hasil yang di dapatkan berbeda tergantung pada angka pertama yang di berikan, sebuah titik awal, yang memulai negosiasi.

Penelitian membuktikan ketika penjual membuka harga awal, maka harga akhir biasa nya lebih tinggi dibandingkan ketika pembeli yang membuka harga. Kenapa? Karena harga yang di berikan oleh pembeli biasa nya sangat rendah dan itu merupakan titik awal.

Banyak usaha membuat berbagai macam paket harga, karena mereka ingin mempengaruhi Anda dalam berfikir kalau harga sebelum nya jauh lebih murah di bandingkan harga paket paling mahal.

Kunci nya adalah dengan mengetahui seberapa besar Anda bersedia untuk membayar, seberapa besar yang Anda mau lakukan, seberapa besar yang Anda inginkan, dan tetap pada pendirian tersebut. Jangan terpengaruh dengan hal lain dalam keputusan Anda.

5. Prasangka yang Setuju Saja
Ketika Anda mengira pelanggan akan menyukai produk baru Anda, dan Anda hanya memperhatikan masukan dari mereka yang menyukai nya dan menghiraukan data dari pelanggan yang kurang menyukai nya.

Anda merasa produk Anda hebat, kemudian mencari data yang mendukung pemikiran Anda dan menghiraukan data yang tidak.

Cara terbaik menghindari prasangka seperti ini adalah dengan mengambil keputusan setelah mengecek data. Daripada berasumsi kalau pelanggan akan menyukai produk Anda, lebih baik membuka pikiran dan melihat apa yang di katakan pelanggan Anda.
6. Yang Tidak Terpikir Pasti Jelek
Yang terakhir adalah berdasarkan pemikiran jika tidak terpikirkan oleh Anda pasti itu adalah hal yang tidak berguna atau jelek.

Banyak orang yang terkena pemikiran seperti ini, terutama pemimpin dan pemegang usaha, karena akar dari pemikiran tersebut adalah ego. Semakin tinggi posisi Anda, semakin besar kemungkinan terkena pemikiran seperti ini.

Kunci untuk masalah satu ini adalah untuk tidak melupakan bahwa orang hebat, dan perusahaan hebat, menerapkan strategi luar biasa dan terus berlatih, tidak peduli darimana strategi itu berada.

Penulis : Susana Young