.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Enam Hal Kejam yang Sering Diucapkan pada Pasangan


Lucu bagaimana Anda bisa berkata sopan dan suka menolong teman, bos, rekan kerja, bahkan orang yang tidak Anda kenal, tapi sering mengeluarkan kata kotor dan melukai perasaan pasangan Anda. Anda merasa dekat dan sudah di terima pasangan, sehingga Anda tidak lagi menjaga perilaku.

Coba tebak, apa yang terjadi ketika perilaku tersebut berada dalam sebuah hubungan?

Daripada Anda meledek, memakai kekerasan atau mengkritik pasangan Anda, Cobalah untuk mengerti, kedepankan komunikasi, dan hargai pasangan Anda untuk kelebihan dan kekurangan nya.

Kalian adalah satu tim, dan Dia adalah orang yang paling Anda cintai. Sudah waktunya untuk bersikap hormat, lebih menghargai, dan jaga ucapan kepada pasangan Anda.

Berikut adalah enam hal atau perkataan yang seharusnya tidak Anda katakan pada pasangan Anda:
1. Kamu Bertingkah Seperti Ibumu 
Kita semua tau ucapan ini bukan lah pujian. Masalah pada ucapan ini adalah Anda menandakan bahwa pasangan Anda sedang bertingkah mengesalkan seperti orang tua nya.

Coba tanyakan dengan perlahan mengapa Dia berkelakukan seperti itu. Bisa jadi karena pengalaman di masa lalu, atau tanpa disadari Dia memiliki kebiasaan itu karena sering melihat orang tua nya. Jika Anda mengatasi masalah ini sebagai tim, pasangan Anda akan merasa lebih mudah mengerti dan mau untuk merubah hal tersebut.

2. Kenapa kamu Ga Bisa [isi sendiri] ? 
Ketika menikah, Anda mengucapkan "Saya bersedia" untuk menerima pasangan Anda apa ada nya termasuk kekurangan mereka. Tapi Anda tidak bisa mengubah mereka, Anda bisa mencoba dan menghabiskan banyak energi negatif untuk memaksa pasangan Anda menjadi yang bukan mereka.

Jika Anda merasa pasangan Anda berubah, maka tanyakan padanya secara langsung. Pasangan Anda tidak bisa membaca pikiran, jadi berkomunikasi dengan lebih kalem dan tidak terkesan menyerang akan lebih baik di bandingkan langsung menuding nya.

3. Aku Benci Kamu
Perkataan seperti "Aku benci kamu" dengan "Aku benci ketika kamu" itu berbeda.

Ketika Anda menyerang pribadi seseorang, itu sangat merendahkan. Menghormati dan bersikap positif adalah inti dari kesuksesan dalam menjaga hubungan jangka panjang. Jadi sebelum Anda marah dan berteriak, tarik nafas yang dalam dan cari tahu apa yang membuat Anda marah.

4. Aku Tidak Tertarik Lagi Padamu
Sebagai wanita, amat mudah untuk tidak lagi menjaga penampilan Anda setelah menikah. Dan semua akan terlambat ketika pasangan Anda mengatakan bahwa Dia sudah tidak lagi tertarik dengan Anda.

Tugas Anda sebagai wanita adalah untuk tetap menjaga api cinta tersebut tetap terbakar, dengan menjaga penampilan Anda, dengan menjaga keintiman dalam hubungan. Anda tidak bisa mengharapkan kesempurnaan, tapi Anda perlu bertanggung jawab akan semua yang Anda lakukan pada penampilan Anda.

5. Aku Ingat Kalau dulu Kamu Suka [isi di sini] 
Jika Anda mengatakan hal ini dalam konteks mengingat kenangan masa lalu, mungkin ini bisa menjadi cara yang bagus dalam meningkatkan keintiman dalam hubungan. Namun jika di ucapkan sebagai meratapi akan perubahan pasangan Anda dan ketidaksukaan Anda pada perubahan tersebut, maka ini bisa menjadi masalah.

Saat Anda berkomitmen pada pasangan Anda, Anda berkomitmen untuk berubah bersama mereka, dan sebaliknya. Jika pasangan Anda berubah dalam hal yang tidak Anda sukai, cari tahu apa saja perubahan nya dan diskusikan dengan mereka.

Pastikan saja kalau saat berbicara tidak dengan nada yang menyalahkan!
6. Kamu Brengsek, atau Kamu Bodoh
Menghina sangat tidak keren. Ketika Anda merasa marah dan frustasi sehingga Anda mulai berprilaku seperti anak umur 10 tahun yang menghina orang yang Anda cintai dengan perkataan yang penuh hinaan, stop sejenak, dan pergi keluar untuk menenangkan pikiran Anda.

Kata - kata yang menyakiti bisa berbahaya bagi hubungan Anda. Jika Anda tidak bisa berbicara dengan tenang, tanpa meninggikan suara Anda dan menangis, memaki, atau menghina, maka Anda belum siap untuk memulai percakapan.

Apa keuntungan dari enam hal yang tidak boleh di ucapkan pada pasangan Anda? Lebih sedikit kritik, lebih banyak komunikasi! Ada alasan mengapa Anda menikahi Dia kan? Mari ciptakan lebih banyak perhatian, rasa menghargai dan keintiman.

Penulis : Susana Young
Image : bridalguide.com