.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Empat Pengaruh dan Makna Sebuah Penderitaan


Seorang psikiater menulis tentang mengapa penduduk di pedalaman masih memilih ke dukun bila sakit, bukan ke dokter. Ternyata alasannya, dokter bisa memberitahu "bagaimana" penyakit itu terjadi (kuman, dll). Tetapi dukun memberi tahu "mengapa" penyakit itu datang kepadanya. Dalam penderitaan biasanya orang bertanya “mengapa” dan memang menurut Victor Frankl (mantan tawanan kamp konsentrasi Nazi) penderitaan dapat ditanggung bila orang bisa menemukan makna di dalamnya:

Penderitaan Memurnikan Saya.
Penderitaan membuat orang mengubah hidupnya, meninggalkan dosanya, dan memurnikan orang dari motivasi yang salah.

Penderitaan Memicu Pertumbuhan
Ada yang namanya post-traumatic growth, yaitu ketika seseorang mengalami pertumbuhan positif akibat mengalami krisis kehidupan yang cukup besar. Ia dapat mencari sesuatu yang baik di baik sesuatu yang nampaknya sangat buruk. Kemudian ia menggunakan tantangan itu untuk “naik tingkat” secara psikologis. Ia lebih kuat, lebih menghargai kehidupan, dan lebih penuh belas kasihan terhadap orang lain yang menderita.

Penderitaan Meluaskan Pengaruh Saya
Anda memiliki wawasan baru dan hal ini membuat Anda bisa bicara pada orang-orang yang membutuhkan nasihat dalam keadaan yang sama. Anda bisa mendorong mereka.
Penderitaan Membawa Saya Pada Tuhan
Ketika orang mengalami penderitaan, yang pertama dicari adalah Tuhan, entah untuk dipersalahkan, atau untuk dimintai bantuan. Mudah-mudahan kita selalu mengambil sikap yang kedua. Tuhan sangat berkuasa dan bisa menggunakan penderitaan Anda, entah bagaimana caranya, untuk mendatangkan kebaikan. Dan lebih penting dari itu, bagaimana penderitaan ini membawa kemuliaan bagi-Nya, karena hidup bukan sekedar untuk kepentingan dan kesenangan kita semata (Esther Idayanti)

Moment Pengaruh Terbesar adalah Ketika Orang Lain Melihat Tuhan Berjalan Bersama Kita Melalui Api

Penulis : Esther Idayanti