.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Delapan Cara Mengatasi Perasaan Ketika Teman Dekat Melukai Anda


Anda pasti memiliki teman yang sangat dekat. Entah teman sejak kecil, atau teman sekolah yang selalu bersama Anda sepanjang waktu. Setelah begitu banyak suka duka di lalui, tanpa Anda sadari tiba - tiba teman terbaik Anda menusuk dari belakang dan melukai perasaan Anda.

Anda merasa marah, kesal, tersakiti, tapi yang paling menganggu pikiran Anda adalah mengapa?

Mengapa teman yang selalu bersama Anda melakukan hal itu? Mengapa Dia bisa melakukan hal itu? Apa ada sesuatu hal yang salah dan telah Anda lakukan? Semua menjadi pertanyaan yang terus berputar di kepala Anda.

Berikut adalah delapan cara yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui mengapa teman baik Anda melakukan nya:
1. Pastikan Anda Membaca Situasinya dengan Benar
Terkadang yang Anda lihat bukan lah hal yang sesungguh nya. Bisa jadi Anda terlalu mudah mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang Anda percayai. Contohnya ketika dua orang mendiskusikan hal yang sama, bisa jadi terdapat perbedaan persepsi antara kedua nya, yang pada akhir nya menjadi masalah dan dendam.

2. Coba Bicarakan pada Teman Anda
Ini adalah hal pertama yang harus di lakukan untuk membuat jelas semua kesalapahaman yang terjadi, karena Anda tidak bisa terus menduga - duga apa yang terjadi tanpa alasan yang jelas dari teman Anda.

Terkadang hal ini bisa membantu menyelesaikan kesalapahaman ini, namun terkadang penyelesaian bukan lah hal yang di harapkan atau di inginkan.

3. Bicarakan dengan Orang Lain yang Anda Percaya
Jika Anda tidak bisa berbicara dengan teman tersebut, bicarakan dengan orang lain yang pendapat nya bisa Anda percaya. Tapi jangan menjadi gosip. Mungkin ada perasaan bahagia ketika membuat teman untuk membenci orang yang telah menyakiti Anda, tapi pada akhir nya anya akan membuat situasi menjadi semakin buruk.

Menerima pendapat dari seseorang yang tidak terkait dan netral, tidaklah sama dengan membicarakan teman di belakang mereka.

4. Cari Cara untuk Menyelesaikan Masalah
Terkadang dengan menunggu hingga semua nya mereda merupakan hal yang terbaik. Untuk menghindari masalah menjadi rumit ketika pembicaraan tidak bisa di lakukan, adalah dengan menunggu hingga kedua belah pihak bisa menenangkan hati dan pikiran.

5. Tahu Kapan untuk Tidak Berbicara
Terkadang tidak membicarakan mengenai masalah tersebut adalah hal yang terbaik yang bisa Anda lakukan untuk persahabatan Anda. Ketika kedua belah pihak memutuskan untuk tidak lagi membicarakan hal yang menjadi masalah, menandakan bahwa masalah tersebut tidak setimpal dengan persahabatan.

6. Mengetahui Kapan Harus Mengakhiri
Ada dua hal yang bisa di lakukan oleh Anda, yang pertama adalah untuk mengakhiri masalah tersebut, dan yang kedua adalah dengan mengakhiri persahabatan Anda.

Memang ini bukanlah hal yang mudah di lakukan, dan di perlukan bagi Anda mulai dari pikiran, hati, dan tubuh untuk tetap tenang sebelum mengambil keputusan. Dengan mengambil keputusan ketika sedang dalam suasana hati marah, atau ketika kepala panas karena berdebat bukan lah hal yang bijak.

7. Let it go
Apapun hasil dari penyelesaian tersebut, baik menang atau kalah, tetap berteman atau tidak, cari cara bagi Anda untuk melepas semua rasa sakit, dendam, dan kesedihan.

Memang butuh waktu, tapi terkadang Anda harus dengan sadar untuk melepas semua itu dan kembali merajut masa depan. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan ketika suatu masalah berakhir adalah dengan mempelajari apa saja yang Anda dapat dari hal tersebut, jadi Anda bisa menerapkan nya untuk masalah selanjutnya.
8. Jangan Menyamakan Semua Teman Anda
Terkadang Anda mungkin tidak akan menyangka kalau teman Anda tidak seperti yang Anda bayangkan. Jika hal tersebut terjadi, jangan mencari balas dendam, melainkan lupakan dan melangkah maju dalam kehidupan Anda. Teman yang lain bisa membantu Anda dengan hal ini.

Kebanyakan teman tidak bermaksud untuk melukai. Dan ketika Anda terluka oleh teman, biasa nya di karenakan tidak sengaja dan Dia mungkin merasa bersalah, tapi tidak bisa atau berani untuk meminta maaf kepada Anda.

Penulis : Susana Young