.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Beginilah Rasanya Berpuasa Selama 20 jam


Ramadan adalah bulan yang paling di nanti bagi para muslim, selain itu juga lebih menantang karena mereka di haruskan untuk tidak makan dan minum dari fajar hingga senja.

Di tahun ini, beberapa muslim pada negara tertentu harus menghadapi puasa selama kurang lebih 20 jam, bahkan ada yang berpuasa sampai 21 jam. Yaitu kota Olso dengan waktu terlama. Mereka yang pindah ke negara tersebut kadang kaget karena perbedaan waktu tersebut dari 14 jam menjadi 20 jam.


Pada awal nya memang akan terasa sulit seperti sakit kepala, merasa lemas dan sulit untuk berkonsentrasi, tapi menurut mereka bukan masalah fisik yang menjadi masalah saat Ramadan karena hal itu bisa dibiasakan, melainkan karena semua itu harus di lakukan dengan niat mereka sendiri karena tidak ada paksaan.

Perang psikologis

Seperti yang di hadapi Lukumanu Iddrisu, pria berusia 28 tahun ini yang pindah dari Ghana ke Finlandia di tahun 2014. Ramadan pertama nya di Vassa, pantai barat dari Finlandia, Dia melaluinya sendirian.

Iddrisu akan bangun pagi untuk sahur dan berdoa, kemudian kembali tidur saat jam 3 pagi, dan bangun jam 6 untuk bekerja. Setelah selesai bekerja, Dia akan pulang ke rumah dan tidur, setelah itu bersiap - siap memasak untuk berbuka puasa.

Dia merasa kesepian, hingga Dia memutuskan untuk pergi ke mesjid terdekat untuk berbuka puasa dan merasakan kebersamaan dalam Ramadan. Dalam mesjid tersebut Dia berdoa dan makan bersama muslim lain nya, yang kemudian menjadi teman dekat nya.

Walau waktu puasa lebih panjang, namun ada keuntungan yang di dapat di negara - negara tersebut di banding negara lain, semisalnya cuaca yang lebih panas di pakistan akan membuat mereka lebih terasa haus saat puasa, di mana di negara lain berbeda karena lebih dingin.

Yang paling menantang saat berpuasa adalah mencari waktu untuk tidur, mulai dari bangun pagi hingga menunggu waktu berbuka, Sohail, yang telah berpuasa selama lebih dari 10 tahun di Scandinavia, mengambarkan bahwa pertarungan psikologis ini bisa di menangkan dengan mudah.
Balik ke Finlandia, Iddrisu sering di tanya bagaimana Dia bisa bertahan, terutama dengan pekerjaan nya yang membersihkan dan mengepel lantai setiap hari. Iddrisu kini menerima tantangan untuk berpuasa lebih lama dan menemukan kalau Dia bisa bertahan lebih lama dari yang Dia kira.

Dia merasa jauh lebih dekat dengan Tuhan.

via qz.com