.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tujuh Dampak Pernikahan yang Buruk Terhadap Anak


Ketika Anda memutuskan untuk bercerai, tidak ada cara untuk mengenai sampai mana keputusan Anda akan mempengaruhi anak - anak. Namun, jika pernikahan Anda menciptakan suasana rumah yang berbahaya, mereka bisa lebih baik menghindar dari situ.

Dalam hal ini, perceraian mungkin terdengar jauh lebih baik di bandingkan masih dalam pernikahan namun terus mengeluarkan suasana yang tidak enak dalam rumah tangga.

Berikut adalah tujuh hal yang bisa menyakiti anak ketika Anda dalam pernikahan yang sudah tidak terasa nyaman:

1. Anda Mungkin Tidak Memikirkan Mengenai Luka Emosional dan Psikologis pada anak dengan Tetap Bersama.
Anda bisa saja hidup dalam satu atap, tapi kondisi darurat pada status keluarga tidak berarti apa - apa jika anak - anak Anda hanya sering melihat orang tua nya bertengkar.

Anak - anak merasakan ketegangan nya dan merasa bingung. Kondisi emosi dan kejiwaan yang di rasakan anak ketika orang tua mereka hanya dalam nama saja, tidak tersentuh. Luka yang di dapat sama saja dengan mereka yang berada dalam perceraian yang di lakukan dengan buruk.

Kebahagiaan, kerukunan, kerjasama, hormat dan kesenangan tidak ada ketika orang tua bercerai secara emosional namun masih tetap tinggal bersama.
2. Anak Anda akan Merasa Tidak Nyaman Di Rumah Mereka Sendiri
Anak - anak berkembang ketika mereka merasa aman. Pertengkaran dalam rumah tangga menurunkan rasa aman dan kesamaan ketika mereka di rumah.

Anak - anak tidak tahu apa yang harus di lakukan dalam situasi tersebut. Mereka seperti berjalan di atas cangkang telur, tidak pernah mengetahui kapan dan di mana ranjau tersebut akan meledak. Perceraian, jika di lakukan dengan benar, menghilangkan semua problema. Anak - anak memiliki kesempatan untuk belajar mengenai rasa hormat, kerjasama dan komunikasi.

3. Anak Bisa Menjadi Rendah Diri
Rumah yang di penuhi dengan tekanan bisa membuat anak yang paling percaya diri untuk merasakan kebimbangan dan penolakan. Menurut sebuah penelitian, anak yang di besarkan dalam rumah tangga yang di penuhi dengan pertengkaran menyebabkan mereka menjadi rendah diri dan merasa tidak berarti.

Anak - anak seperti sepon dan mereka akan menyerap emosi negatif dan mengabungkan nya dengan kemarahan dan rasa malu mereka. Ketika anak terus melihat orang tua nya tidak bahagia, mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang merasa rendah diri dan sulit percaya kepada orang lain.

Pertanyaan yang perlu di tanyakan adalah, apakah anak akan lebih baik ketika perceraian di lakukan dan menjadi orang tua tunggal? Jika jawaban nya Ya, maka perceraian bisa menguntungkan.

4. Anak - anak Merasa Bertanggung Jawab akan Kebahagiaan Orang Tua Mereka.
Tidak masalah seberapa keras nya Anda mencoba melindungi anak dari rasa tidak bahagia dan cinta di antara Anda dan pasangan Anda, sebab mereka akan merasakan nya.

Bahkan anak paling kecil bisa merasakan ketika Anda menderita dan hal tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Karena anak umum nya memiliki ego dan tidak mengetahui seberapa kuat nya mereka, mereka akan cenderung berpikir bahwa mereka penyebab Anda tidak bahagia, dan semua karena mereka.

Ini bukan lah hal yang Anda inginkan sebagai orang tua, namun penting untuk mengenali jika anak Anda bisa saja percaya kalau kemarahan, ketidaktertarikan, atau frustasi merupakan salah mereka.

5. Pasangan yang Tidak Bahagia Bahkan Sering Tidak Hadir Sebagai Orang Tua.
Ketika Anda berjuang untuk tetap bersama pasangan Anda, Anda bisa jadi tidak memiliki waktu untuk mengurus keluarga Anda setiap hari.

Biasa nya, pasangan yang lari dari pernikahan mereka yang tidak bahagia dan menghindari pasangan mereka dengan tidak berada di rumah. Mereka bisa bekerja lebih lama, menghabiskan waktu dengan teman atau minum alkohol untuk menghindari masalah saat ini.

Terkadang, perceraian bisa memberikan anak, orang tua.

6. Memberi Contoh Hubungan yang tidak sehat
Orang tua yang sering bertengkar atau merasa tidak bahagia dengan pernikahan mereka cenderung untuk memberikan anak mereka contoh hubungan romantis yang tidak baik, bagi masa depan mereka.

Anda mengajarkan bahwa tidak masalah untuk tidak memberikan yang terbaik dalam hubungan. Anak - anak yang mengamati tindakan orang tua nya terhadap pernikahan mereka yang memburuk bisa menjadi pasif, depresi atau pesimis mengenai kemampuan mereka untuk mencintai dan berada dalam hubungan yang sehat.
7. Perceraian Bisa Memberikan Kedamaian pada Seluruh Keluarga, jika Dilakukan dengan Benar.
Membesarkan anak bersama dengan mantan pasangan Anda mungkin bukan hal yang Anda inginkan, namun jika pilihan nya antara dua orang dewasa yang tidak bahagia dalam satu atap mengurus anak mereka, mungkin pilihan sebelum nya akan jauh lebih baik.

Jika anak - anak dibesarkan dalam area perang atau dalam kesunyian dan tidak acuh dalam pernikahan yang sudah tidak ada harapan, perceraian bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih sehat dan bahagia bagi seluruh keluarga.

Hanya saja perlu di ingat, ini bisa terjadi ketika orang tua serius dalam menciptakan perceraian yang harmonis bagi anak, yang memberikan prioritas anak terlebih dahulu.

Penulis : Susana Young
image : yana.com