.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Cara Mengajarkan Anak Menghadapi Perasaan yang Tidak Nyaman


Anak dengan mental yang kuat biasa nya mengerti kalau mereka memiliki kendali akan emosi mereka, dan bukan sebaliknya. Mereka yang mampu mengatur perasaan mereka bisa mengatur tingkah laku mereka dan menjauhi pikiran negatif.

Akan tetapi, anak - anak biasa nya tidak lahir dengan pemahaman mengenai emosi mereka dan mereka tidak langsung tahu bagaimana cara untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang sesuai dengan standar masyarakat.

Seorang anak yang tidak tahu bagaimana mengatasi amarah nya bisa saja mengeluarkan tingkah laku yang agresif dan sering meluapkan kemarahan. Sebaliknya, anak yang tidak tahu apa yang harus di lakukan saat merasa sedih bisa saja menghabiskan beberapa jam cemberut sendiri.
Ketika anak - anak tidak mengerti emosi mereka, mereka cenderung untuk menghindari apapun yang terasa tidak nyaman.

Mengajarkan anak untuk mengatur emosi mereka bisa mengurangi banyak sekali masalah tingkah laku. Seorang anak yang paham dengan emosi nya bisa mempersiapkan ketika situasi tidak menyenangkan itu terjadi, dan biasa nya bisa di atasi dengan sebaik mungkin.

Dengan panduan dan latihan, anak - anak bisa belajar untuk mengatasi perasaan mereka dengan sikap yang lebih sehat.

Ajarkan Tanggung Jawab Pribadi

Meskipun baik bagi anak untuk mendapatkan pengalaman berbagai macam emosi, amat penting bagi mereka untuk mengenali bahwa ada sebagian perasaan yang bisa mereka kendalikan.

Ajarkan anak Anda mengenai apa yang mereka rasakan dan bantu mereka mengerti kalau emosi sesaat tidak bisa di jadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang salah. Merasa marah tidak memberikan hak untuk memukul seseorang dan merasa sedih tidak harus selalu dengan ngambek selama berjam - jam.

Ajarkan anak Anda bahwa Dia bertanggung jawab dengan semua tingkah laku nya, dan tidak boleh menyalahkan orang lain ketika mengalami luapan emosi. Jika Dia melakukan hal yang salah, perbaiki kelakuan nya. Dan ingatkan kalau Dia juga tidak bertanggung jawab akan perasaan orang lain.

Melatih untuk Bersabar Menghadapi Perasaan yang Tidak Nyaman

Perasaan tidak nyaman biasa nya memiliki sebab. Jika Anda berada di tepi jurang, gelisah adalah perasaan yang normal di rasakan karena merupakan peringatan akan bahaya. Namun terkadang Anda mendapati pengalaman rasa takut dan kegelisahan yang tidak perlu.

Ajarkan anak bahwa ketika Dia merasa gugup akan sesuatu, bukan berarti itu adalah hal yang buruk. Berikan semangat pada nya apabila Dia merasa takut untuk bergabung dengan klub sepakbola karena Dia tidak mengetahui siapa pun di sana.

Terkadang anak - anak terbiasa untuk menghindari rasa tidak nyaman, dan perasaan tersebut terus berlanjut dan mengurangi rasa percaya diri mereka. Ironis nya, mereka bisa saja kehilangan banyak pengalaman berharga dalam hidup.

Dorong, berikan semangat bagi anak Anda untuk keluar dari zona nyaman nya. Puji usaha nya dan pastikan kalau Dia tahu bahwa Anda lebih senang dengan semangat nya untuk mencoba, di bandingkan hasil yang di dapat. Ajari mereka bahwa kesalahan, kegagalan, dan situasi yang tidak nyaman sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Melatih Suasana Hatinya

Suasana hati anak biasanya bergantung dengan kondisi di luar. Mereka merasa senang saat bermain dan sedih saat berpisah, kemudian merasa bahagia ketika tahu mereka akan mendapatkan es krim saat pulang.
Ajarkan pada anak Anda bahwa suasana hati nya tidak harus bergantung pada kondisi di luar diri nya. Melainkan, Dia bisa mengendalikan apa yang sedang di rasakan, tidak peduli situasi saat ini.

Semangati anak Anda untuk mengambil langkah mengatur suasana hati nya. Bukan berarti Dia harus menekan atau menghiraukan perasaan nya, melainkan Dia bisa belajar untuk membuat suasana hati nya menjadi lebih baik saat dalam suasana hati yang buruk.

Bantu anak Anda untuk mengenali pilihan yang bisa Dia lakukan untuk menenangkan diri nya sendiri ketika marah, atau menghibur diri ketika merasa sedih.

Penulis: Susana
Image : kimbiggio.com