.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tanda dan Gejala Kanker Ovarium yang Sering Diabaikan Wanita


Kanker ovarium adalah kanker yang terbentuk di dalam indung telur, yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pada wanita. Kanker ini membuat cell yang tidak bias, yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan menyebar kepada bagian tubuh lain.

Menurut para ahli medis, terdapat beberapa gejala atau tidak sama sekali ketika kanker mulai aktif, namun akan segera terlihat ketika penyakit tersebut berkembang.

Kunci gejala terjadi nya kanker ovarium termasuk :
- Kembung
- Sakit pada panggul
- Pembengkakan pada perut
- Kehilangan selera makan
- Sakit punggung
- Menstruasi yang tidak teratur atau pendarahan pada alat kelamin setelah menopause
- Nyeri atau pendarahan setelah atau selama berhubungan seksual
- Mudah lelah
- Diare
- Gangguan pencernaan
- Mulas
- Sembelit
- Mual
- Mudah kenyang
- Kemungkinan gejala kemih (termasuk sering buang air kecil dan buang air kecil mendesak)
Kanker ovarium bisa menyebar pada lapisan perut (peritoneum), lapisan usus dan kandung kemih, kelenjar getah bening, paru - paru, dan hati.

Karena gejala kanker ovarium hampir tidak terlihat di tahap awal, dokter memperingatkan kalau mereka isa saja salah diagnosa gejala penyakit seperti sindrom iritasi pada usus besar. Tahap awal pada kanker ovarium biasanya cenderung tidak terasa sakit terkecuali massa berkembang menyebabkan torsi pada ovarium (rotasi ovarium pada gagang yang menyebabkan tertutup jalan arteri pada ovarium atau pembuluh darah).

Orang dewasa atau anak - anak dengan tumor ovarium bisa merasakan sakit perut yang parah, iritasi pada peritoneum, atau pendarahan.

Faktor resiko yang cukup umum :
- Waktu yang habis di ovulasi. Sehingga tidak memiliki anak adalah faktor resiko pada kanker ovarium, biasa nya di seabkan karena ovulasi tidak ditekan melalui kehamilan.
- Obesitas (kegemukan)
- Terapi penggantian hormon
- Riwayat keluarga positif terkena kanker ovarium
- Orang yang memiliki turunan penyakit kanker usus nonpolyposis (Lynch Syndrome), dan mereka dengan kelainan genetik BRCA-1 dan BRCA-2.

Makanya, hal yang menghambat terjadi nya ovulasi seperti: menyusui, pengunaan kontrasepsi secara oral dengan kombinasi obat - obatan estrogen/progesterone, kehamilan kembar, dan kehamilan di usia dini, semua ini mengurangi resiko terjadi nya kanker ovarium.

Penyaringan dan pengobatan

Penyaringan tidak dianjurkan pada wanita yang sudah berada pada gejala rata - rata sudah terkena kanker ovarium. Mereka yang berada pada resiko tinggi bisa saja indung telur mereka di singkirkan untuk pencegahan.

Jika terdeteksi dan di obati pada tahap awal, kanker ovarium bisa saja di sembuhkan. Pengobatan biasa nya mengunakan gabungan dari pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi. Hasilnya akan bergantung pada berapa lama penyakit tersebut ada dan tipe dari kanker tersebut.

Kemungkinan bertahan selama lima tahun di Amerika adalah 45 persen. Hasil nya jauh lebih buruk pada negara - negara berkembang.
Tahukah Anda?
>> Lebih dari 239.000 wanita menderita dari kanker ovarium di tahun 2012, dan menyebabkan 152.000 kematian di seluruh dunia.
<< Kanker ovarium adalah kanker umum bagi wanita dan nomor delapan penyebab kematian akibat kanker.
>> Kematian akibat kanker ovarium umum nya terjadi di Amerika Utara dan Eropa daripada di Afrika dan Asia.
>> Negara industrial, jepang tidak termasuk, memiliki kemungkinan tinggi terdapat epitel kanker ovarium, yang bisa jadi di sebabkan oleh pola makan pada negara tersebut.

Penulis : Susana Young
Image  : www.spryliving.com