.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sepuluh Cara Menangani Tantrum Anak Sebelum Meledak di Area Publik


Apabila anak anda atau anak orang lain, pernah mengamuk di ruang publik, pasti anda tahu bagaimana tidak nyamannya perasaan anda. Daripada merasa malu pada diri sendiri atau orangtua lainnya — dan berharap semoga anda tidak akan berhadapan dengan situasi seperti ini lagi — persiapkan diri anda dengan mengetahui secara pasti apa yang harus dilakukan untuk mencegah tantrum sebelum dimulai. Anda tidak dapat menjaga agar anak tidak merasa frustrasi  secara terus-menerus, tetapi anda dapat mengontrol bagaimana mereka mengungkapkan kemarahan dengan beberapa tips berikut.

1. Kenali Pemicunya
Amati dan catat apa yang biasanya dapat membuat anak kesal saat berada di luar. Apakan mereka tenang sampai saat anda melewati lorong berisi permen, atau apakah anak ceria saat bangun pagi dan bertolak belakang saat sore hari menjelang waktu makan malam. Sadari apa yang cenderung memicu anak akan membantu anda bersiap akan hal itu — atau menghindarinya sama sekali.
2. Berpikir Kedepan
Setelah anda mengenal apa saja yang dapat memicu tantrum anak, ayah atau bunda dapat merencanakan sebuah permainan yang nantinya untuk menghindari potensi tantrum. Ingat, jauh lebih mudah mengubah rutinitas anda daripada berurusan dengan tantrum anak saat berada di kasir.

3. Alihkan Perhatian Anak
Jika anda merasa anak akan tantrum, alihkan perhatian mereka untuk mencegah hal tersebut. Memberi tugas yang mudah atau melontarkan lelucon, apapun yang dapat mengalihkan perhatiannya merupakan kemenangan tersendiri untuk anda.

4. Positif
Puji anak bila berperilaku baik dan menunjukkan hal-hal positif, hal ini menunjukkan bahwa ayah bunda menghargai perilaku tersebut dan anak pun merasa bangga telah melakukannya.

5. Menunjukkan Empati
Berempati akan kesulitan yg dialami anak - sekecil apa pun - akan membantu anak merasa didengar dan dapat mencegah anak bertingkah berlebihan saat tantrum. Bagaimana pun, ini bukan berarti orangtua harus menuruti kemauan anak; hanya berarti orangtua menyadari apa yang dirasakan anak.

6. Memberi Anak Tugas
Beri anak "tugas" saat berpergian bersama. Hal ini membuat anak merasa bahwa mereka dibutuhkan dan tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu diluar keinginannya. Anak dapat bertugas menunjukkan dimana letak kaleng sarden di lorong supermarket, atau membantu memasukkan beberapa isi belanjaan ke dalam kulkas.

7. Cari Penyebabnya.
Cari tahu apa yang membuat anak marah, jangan dihiraukan. Jika anda dapat mengenali sumbernya dengan cepat — apakah anak kepanasan, lapar, atau ingin berjalan sendiri — ayah bunda dapat cepat mengatasi atau bahkan mencegah tantrum.

8. Insentif
Setelah memuji perilaku baik anak, tawarkan hal menarik agar mereka melakukannya dari awal pergi sampai saat tiba di rumah kembali. Jadi sebelum keluar rumah pun anak sudah bersemangat dan berpikir ke depan. Misalkan, sampai di rumah akan dibuatkan puding favorit anak.

9. Tetap tertawa
Jangan biarkan anda stress. Jika anda selalu cemas akan apa yang akan terjadi —  apa yang akan dipikirkan orang-orang saat melihat anak tantrum — anda telah menanamkan bibit negatif yang dapat dirasakan anak dan perilaku mereka adalah cerminan energi negatif itu.
10. Persiapkan Diri Anak
Cegah tantrum anak dengan menjelaskan apa yang akan anda lakukan dan apa yang ayah bunda mau anak lakukan saat itu. Menyederhanakan berberapa kejutan atau hal-hal yang tidak diketahui anak dapat membantu anak mengerti dan mempelajari situasi apa yang boleh dan tidak dilakukan nantinya.

Penulis : Susana
Image : www.parents.com