.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Perhatikan Dua Hal ini Dalam Mengambil Keputusan


Seorang penjual mobil pernah melakukan survei dan menyimpulkan bahwa 95% orang membeli mobil karena dorongan hati. Bukan hanya urusan mobil, tetapi seringkali orang memutuskan untuk menikah hanya karena perasaan “jatuh cinta” tanpa memikirkan dengan logis semua konsekuensinya di masa mendatang.

Keputusan Emosi
Sebagian besar orang membuat keputusan atas dasar emosi. Karena sakit hati orang balas dendam, karena marah lalu berteriak, karena sudah “tidak cinta” lalu putus, dll. Freek Vermeulen, penulis dan pengajar di London Business School mengatakan bahwa hal yang biasa bagi pemimpin pemula membuat keputusan yang buruk walaupun sebenarnya mereka orang yang pandai. Biasanya ini terjadi karena emosi. Memang emosi tidak bisa dipisahkan dari pengambilan keputusan, namun sebaiknya kita tidak membiarkan emosi menghalangi kita mengambil keputusan yang obyektif dan bijaksana. Ingat rumus “HALT” (tunggu), yaitu jangan mengambil keputusan ketika kita “Hungry, Angry, Lonely or Tired.” Cara lain yaitu jangan mengambil keputusan sendiri, ajak beberapa orang yang Anda percaya untuk memberi pertimbangan.
Keputusan Tujuan
Yaitu keputusan yang diambil berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Contohnya, ingin mencapai karir tertentu, walaupun atasan kadang menjengkelkan tetap melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Ingin pernikahan utuh, tetap perhatian dan melakukan hal-hal yang benar, walaupun tidak ada respon dari pasangan. Keputusan tujuan dibuat berdasarkan keyakinan bahwa bila kita melakukan yang benar dengan konsisten (walaupun mungkin memakan waktu lama), maka tujuan kita akan tercapai. Dan ketika tujuan tercapai, semuanya akan menjadi lebih baik

Jangan Pernah Membuat Keputusan yang Permanan Berdasarkan Perasaan yang Sementara

Penulis : Esther Idayanti
Image : www.timeshighereducation.com

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html