.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Pentingnya Belajar Seumur Hidup


Diana Patricia Hasibuan memegang tiga rekor MURI, yaitu rekor sarjana paling tua (67 tahun), strata 2 (Master) paling tua (73 tahun), dan doktor paling tua (77 tahun).  Semangat belajar ibu 6 putra dan 12 cucu ini luar biasa. Ia tidak membiarkan usia atau kesibukan mengurus keluarga sebagai alasan untuk berhenti belajar.  Di masa orang seusianya pensiun dan beristirahat, bu Diana memacu diri untuk terus belajar. Tidak sedikit tantangannya, salah satunya “gaptek”. Disertasi sebanyak 24 halaman yang dibuatnya di laptop mendadak hilang, dan terpaksa ia balik menggunakan mesin ketik untuk menyusun 323 halaman disertasinya. Kini mantan suster itu menjadi dosen.

Belajar seumur hidup (lifelong learning) menjadi ciri orang yang sukses. 
Dalam dunia yang terus maju dan berkembang penting sekali untuk selalu mengerti apa yang sedang terjadi, bagaimana menjadi kompetitif dan berada di ujung tombak. Kemajuan organisasi dan karir Anda tergantung kemajuan Anda.  Selain kuliah, ada berbagai cara untuk terus belajar. Orang yang sukses membaca 2-3 jam sehari, mereka menghadiri seminar, dan menjadi anggota dari organisasi yang membagikan ide-ide terbaru, tujuannya untuk memajukan karir, usaha atau Professional Development.

Belajar seumur hidup juga untuk Personal Development.
Anda bisa belajar bahasa baru, mendalami hobi, mempelajari sejarah keluarga Anda, dll., untuk memperkaya kehidupan Anda. Studi menyatakan bahwa orang yang terus belajar memiliki ketajaman mental dan kesehatan emosi yang lebih baik. Brian Hebert berkata “Kapasitas untuk belajar adalah sebuah pemberian; kemampuan untuk belajar adalah sebuah ketrampilan; tapi kemauan untuk belajar adalah sebuah pilihan.” (Esther Idayanti)
Orang Yang Berhenti Belajar Adalah Tua, Entah 80 atau 20. Hal Terbesar Dalam Hidup adalah Menjaga Pikiran Anda Tetap Muda (Henry Ford)



Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html