.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Mengapa Anda Membenci Suami Anda Setelah Memiliki Bayi ?


Walau terdengar konyol, namun beberapa istri terkadang menjadi marah dengan suami nya setelah memiliki bayi. Mungkin saja suara nya membuat Anda merinding atau cara mengunyah makanan nya dengan mulut terbuka (kenapa juga dia begitu?) atau mungkin Dia lebih terampil dalam mengganti popok di bandingkan Anda.

Apapun alasan nya, Anda tidak lah sendiri. Tentu saja Anda perlu mencoba untuk mengingatkan diri Anda kalau pasangan Anda adalah setengah alasan kenapa Anda memiliki bayi, namun saat ini Anda tidak tahan untuk melihat nya (Terdengar familiar?)

Kenapa Anda membenci Dia 
Anda mungkin salah satu dari ibu yang telah memiliki bayi dan jadi sering marah kepada pasangan Anda. Hanya perlu satu alasan kecil yang akan membuat Anda marah seperti Rahwana. Mungkin Anda melihat kalau pasangan Anda membuang baju sembarangan, atau Dia memakan puding yang Anda taruh di kulkas, dan Anda berfikir untuk memukul nya karena puding?

Ternyata hal ini di sebabkan akibat frustasi yang bertumpuk saat mengurus bayi. Jauh lebih mudah untuk mengomeli orang dewasa di sekitar (dalam hal ini pasangan Anda) daripada terhadap bayi di depan Anda ketika Anda frustasi.
Alasan mengapa mudah sekali marah di sebut dengan "Mitos seorang Ibu". Di mana wanita mudah sekali berfikir untuk melakukan semua nya sendiri tanpa bantuan pasangan nya. Jika emosi ini tidak berakhir, coba untuk mencari tahu apa penyebab sebener nya kemarahan Anda.

Mencari Tahu Apa Penyebab Sebenarnya
Seperti yang sudah Anda curigai, kebanyakan dari suasana hati Anda bukan lah mengenai pasangan Anda, masalah sebenernya berasal dari diri Anda sendiri. Jika semua hal dalam hubungan Anda berjalan dengan baik, namun Anda masih sering marah pada pasangan Anda, Anda perlu untuk melihat apa yang terjadi pada kejiwaaan dan hormon Anda.

Mendapatkan tidur yang cukup?
Tidur...mungkin Anda sudah lupa bagaimana rasanya? Anda mungkin menganggap remeh pada kemungkinan untuk mendapatkan tidur yang nyenyak dan tidak ada gangguan pada bulan - bulan pertama, namun jangan meremehkan kemampuan yang di berikan nya.

Tidur malam itu penting, bukan sebuah kemewahan. Di sarankan untuk meminta bantuan orang lain untuk mengawasi bayi Anda sementara Anda mendapatkan sedikit waktu untuk tidur, atau bertukar shift dengan partner Anda untuk mendapat lebih banyak waktu istirahat.

Minum cukup air?
Percaya atau tidak, dehidrasi tidak hanya bisa menyebabkan mudah marah, namun juga rasa gelisah. Jika Anda sedang menyusui, Anda perlu lebih hati - hati untuk mendapatkan pasokan delapan gelas air harian. Jadikan kebiasaan untuk menaruh segelas air di dekat Anda dan di minum saat mengurus bayi.

Bagaimana dengan diet Anda?
Walaupun Anda sudah tidak lagi hamil, masih penting untuk memperhatikan apa yang masuk dalam mulut Anda. Anda perlu untuk mendapatkan cukup protein dan kalsium. Selain itu pastikan untuk mendapatkan pasokan makanan ringan selama seharian untuk memastikan Anda tidak merasa lemah dan marah.

Kunyah kacang atau almond dan minum segelas atau dua gelas susu sebisa mungkin.

Apa yang hilang pada diri Anda?
Cobalah untuk mengatur jadwal setiap minggu untuk melakukan hal yang Anda sukai. Bertemu dengan teman supaya tidak lepas kontak, atau mengurangi stress dengan pergi ke salon kuku. Merencanakan setidaknya satu hal setiap minggu bisa membantu untuk menaikkan semangat Anda.

Mengatasi masalah saat ini
Tidak peduli betapa hati - hati nya Anda melakukan sesuatu, perasaan yang naik turun bisa tetap datang. Jangan takut untuk mengambil sedikit istirahat dengan meminta suami Anda mengurus si kecil dan berjalan ke ruangan lain untuk sementara.

Pastikan kalau pasangan Anda tahu mengapa Anda melakukan ini. Jika Anda memberitahukan semua masalah Anda kepada nya, Dia tidak akan merasa bingung dengan tindakan atau suasana hati Anda belakangan ini. Selain itu melakukan hal ini bisa mengurangi kemungkinan kemarahan yang menumpuk.

Terkadang orang berfikir bahwa mengeluarkan kemarahan pada orang lain terutama pasangan Anda bisa mengurangi tingkat stress, namun itu tidak benar, mungkin Anda bisa merasa lebih baik untuk sementara, hanya saja Anda akan menyadari kesalahan yang sudah Anda lakukan, dan banyak yang perlu untuk di lakukan ke depan nya.
Kapan harus khawatir
Jika Anda merasa terus kesal atau marah selama beberapa minggu, Anda mungkin perlu untuk berbicara dengan dokter Anda. Wanita yang memiliki "baby blues" (atau depresi setelah melahirkan) biasa nya gejala nya akan hilang setelah beberapa minggu, namun mereka yang memiliki "postpartum depression" (hampir mirip dengan baby blues hanya saja lebih ekstrem) cenderung untuk lebih menderita akibat suasana hati yang tidak menentu dan kesedihan lebih lama.

Jika Anda mencurigai diri Anda terkena PostPartum Depression, segera berkonsultasi dengan dokter Anda.

Penulis : Susana Young
image : www.popsugar.com