.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Lima Cara Turunkan Berat Badan dengan Melatih Pikiran


Banyak orang mencari cara mudah untuk menurunkan berat badan. Mereka menganggap akan ada obat yang begitu di minum akan menurunkan berat badan dengan mudah, tanpa berolahraga, tanpa berdiet, dan tanpa menghabiskan banyak waktu.

Kenyataan nya obat seperti itu tidak akan pernah ada. Memang pahit, tapi realita nya tidak bisa di bungkus dengan kata - kata apapun, jika ada yang mengatakan sebalik nya, pastikan kalau Dia tidak sedang menjual sesuatu pada Anda.

Obat yang "ampuh" dalam menurunkan berat badan adalah dengan mengubah pikiran Anda, dengan melatih nya untuk bisa mengurangi stress.

Masalah yang mengakibatkan stress merupakan akar dari obesitas. Meskipun beberapa di pengaruhi oleh faktor genetik, semakin banyak penelitian menandakan kalau stress memainkan peranan penting dalam naik nya berat badan.

Banyak orang yang ketika sedang mengalami stress, menjadikan makanan sebagai pelarian.

Bagian otak emosional yang merupakan pusat bagi berat dan kelebihan umum. Berbagai bagian seperti rasa takut, penghargaan, dan kelaparan. Ketika otak dalam kondisi stress, ketiga bagian ini menganjurkan untuk makan berlebih dan menaikkan berat badan.

Anda akan memiliki hasrat untuk melakukan yang tidak seharusnya di lakukan. Anda merasa tidak berdaya! Otak emosional Anda sedang dalam kondisi stress.

Untuk menjaga badan Anda, mulai dari menjaga otak Anda.

Berikut adalah lima level dari stress dan lima alat untuk mengukur stress Anda, untuk mengetahui cara mereka bekerja, tenangkan diri dan periksa pada level berapakah tingkat stress Anda saat ini. Kemudian gunakan alat yang tepat untuk mengurangi tingkatan stress tersebut.
1. Belas Kasih (Stress level 1 - kondisi stress sangat rendah)
Pada level ini Anda cukup mengatakan pada diri sendiri untuk menyayangi diri Anda, orang lain, dan semua mahluk hidup. Bernafas dan rasakan perasaan belas kasih yang mengalir pada setiap bagian tubuh Anda.

2. Perasaan (Stress level 2 - kondisi stress rendah)
Pada level ini Anda perlu bertanya pada diri sendiri, bagaimana perasaan Anda saat ini? Biasanya akan ada jawaban yang kemudian bermunculan di otak Anda, setelah itu tanyakan apa yang Anda butuhkan saat ini? Dan akhir nya di akhiri dengan apakah Anda membutuhkan bantuan?

3. Aliran (Stress level 3 - kondisi stress sedikit)
Pada level ini Anda harus mengeluarkan semua perasaan seperti marah, sedih, bersalah, bersyukur, senang, aman, dan bangga dengan mengatakan nya secara verbal.

Rasakan bagaimana perubahan yang ada setelah Anda mengeluarkan semua yang ada pada pikiran Anda. Kenapa bisa begini? Ketika Anda merasakan perasaan negatif Anda, perasaan tersebut akan luntur. Anda tidak lagi dalam bahaya dan otak secara alami akan fokus pada perasaan positif dan memberikan tenaga untuk melangkah maju dan melakukan hal baik dalam hidup Anda.

4. Perputaran (Stress level 4 - kondisi stress tinggi)
Di mulai dengan mengatakan apa yang menganggu pikiran Anda saat ini, kemudian melakukan protes dengan mengatakan bahwa Anda marah, Anda tidak bisa menerima hal tersebut, Anda membenci nya, dst nya.

Perhatikan pada setiap kata yang timbul di pikiran Anda. Karena mereka bisa membantu Anda untuk membuka jalan sehingga Anda bisa lebih mendalami masalah yang ada. Berhenti sejenak dan tarik nafas dalam - dalam dan pikirkan apa yang membuat Anda merasa sedih, takut, dan perasaan bersalah.

Kemudian dukung diri Anda dengan mengatakan berbagai hal yang bisa membantu Anda, dan yakinkan diri Anda kalau makan berlebihan tidak akan membantu menyelesaikan masalah Anda, dan malah menambah masalah pada diri Anda.

5. Pengendalian kerusakan (Stress level 5 - kondisi stress sangat tinggi)
Ketika stress level Anda sudah mencapai titik ini, Anda perlu dukungan. Terkadang dengan duduk bersantai di kursi atau bernafas dalam - dalam bisa membantu. Jangan lupa untuk mengucapkan berbagai kata untuk menenangkan hati.

"Jangan menilai sesuatu. Perkecil bahaya. Ketahuilah semua pasti berlalu. Lagipula itu hanya stress dan akan segera luntur dengan sendiri nya"

Insting bertahan mengaktifkan hasrat emosional yang kuat untuk makan berlebih. Ketika Anda memulai mengurangi stress dari otak emosional Anda, akan ada waktu di mana Anda akan tetap melakukan sesuatu. Anda mungkin akan menyalahkan diri Anda karena makan saat malam hari atau makan terlalu banyak, padahal semua itu adalah insting bertahan Anda.
Mereka sudah di program ketika Anda mengalami stress dan mencari makanan untuk menyeimbangkan nya. Otak mengingat kalau makanan menyelamatkan Anda dari stress, jadi Dia di program untuk melakukan hal seperti itu. Namun penelitian mengatakan kalau insting bertahan ini bisa di rubah, bahkan perubahan ini bisa di lakukan ketika Anda dalam kondisi stress.

Pastikan Anda melakukan kelima alat pengurang stress di atas, supaya insting bertahan Anda bisa di rubah, untuk tidak menjadikan makanan sebagai pelarian.


Image : www.iflscience.com