.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Enam Mitos Sering Dipercayai dalam Sebuah Pernikahaan


Banyak sekali nasihat yang bisa di berikan pada pasangan yang menikah, baik baru saja menikah maupun yang sudah lama menikah. Beberapa terdengar wajar, kebanyakan berniat baik, dan lebih banyak lagi yang ternyata salah.

Dengan bantuan beberapa ahli, berikut ini adalah beberapa nasihat yang ternyata merupakan mitos yang boleh saja tidak Anda percayai.

Mitos 1 : Jangan Pernah Tidur Dalam Keadaan Marah
Kedengaran nya sih masuk akal, kenapa harus membiarkan pertengkaran untuk mereda di malam hari hanya untuk menyala kembali esok hari? Lebih baik selesaikan semua masalah, tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.

Faktanya : Setuju untuk tidak setuju hingga besok pagi, terutama ketika sudah tengah malam, dan tidak ada hasil terlihat, dan mata sudah tidak sanggup terbuka. Lagipula tidak semua argumentasi bisa di selesaikan dalam batasan waktu.

Ketika Anda memutuskan untuk melakukan gencatan senjata dan waktu tidur yang cukup, Anda bisa melihat masalah nya dengan lebih jelas di pagi hari. Tentu saja tidur dalam keadaan marah tidak lah baik, namun meskipun Anda tidur dalam keadaan marah atau tidur di ruangan lain sesekali, Anda akan baik - baik saja, dan begitu pula dengan hubungan Anda.
Mitos 2 : Memiliki Bayi akan Membuat Hubungan Lebih Erat
Ketika Anda baru saja memiliki bayi, biasa nya akan terjadi pembicaraan mengenai berbagai hal, di mana sebagian besar akan membicarakan mengenai bayi, bayi, dan tentu saja bayi.

Tapi kemudian suami Anda pergi bekerja, dan bayi Anda mulai menangis. Semua perasaan mencekam setiap malam dan tanda kurang nya tidur mulai terlihat. Tentu saja, Anda tidak bisa meluapkan semua rasa frustasi Anda pada bayi kecil yang lucu, tapi Anda harus menyalahkan seseorang, dan tentu Anda tau siapa kan?

Faktanya : Memiliki bayi merupakan pengalaman yang paling menguatkan hubungan. Namun itu juga menaruh ketegangan yang besar pada hubungan Anda. Solusinya? menerima bahwa setiap pasangan akan mengalami masalah ketika mereka mengharapkan semua nya berjalan dengan lancar.

Anda akan memerlukan semua bantuan dalam mengurus bayi. Bagi tugas. Jika Anda mampu mengurus waktu tidur, dan pasangan Anda menyukai waktu mandi, Anda bisa membagi dan menaklukan bagian tersulit dalam menjadi orang tua.

Mitos 3 : Pasangan Anda Harusnya Merupakan Teman Terbaik dan Pasangan yang Romantis
Kedengaran nya sih indah, tapi apakah seperti itu? Lagipula, Anda dan suami Anda sudah mengenal satu sama lain lebih baik daripada orang lain, lalu mengapa Dia bukan merupakan teman terbaik Anda juga?

Faktanya : Hubungan romantis berbeda dengan pertemanan. Satu orang tidak bisa menjadi semua nya untuk Anda. Dengan kata lain, jangan merasa kecewa ketka Anda merasa lebih dekat dengan istri tetangga di bandingkan dengan suami Anda.

Memiliki suami yang menyenangkan, patut di hormati, hebat dalam hubungan seks, orang tua yang hebat, dan pasangan hidup Anda, namun amat sulit untuk mendapatkan semua hal tersebut dalam satu hubungan. Akan membantu sekali apabila Anda bersyukur dengan yang Anda miliki.

Mitos 4 : Jangan Khawatir dengan Kurangnya Kehidupan Seksual Anda
Pada awal bulan memiliki bayi, hormon, rasa capek dan rasa ingin sendiri. Sebuah perkataan sopan untuk mengambarkan situasi di mana Anda ingin berteriak ketika ada manusia lain dalam jarak tiga kaki dari Anda, yang membuat keinginan melakukan seks menjadi tidak menarik lagi.

Faktanya : Dengan resiko terdengar mencerahkan, ketika Anda sudah memiliki bayi (dan terutama jika itu anak kedua), seks menjadi hal yang penting dalam hubungan Anda.

Ketika Anda merasa sibuk, tertekan dan jarang bertemu satu sama lain, seks merupakan cara tercepat dan paling bermanfaat untuk menghubungkan kembali semua rasa yang dulu pernah ada.

Mitos 5 : Jangan Bertengkar di Depan Anak - anak
Ketika ayah dan ibu bertengkar, itu akan terdengar sangat menakutkan. Bayi bisa mengetahui apakah Anda sedang marah dan anak lebih besar akan mengkhawatirkan kalau Anda berdua akan bercerai.

Faktanya : Akan menjadi pengalaman berharga bagi anak - anak melihat kedua orang tuanya berbeda pendapat namun dengan cara yang baik. Anak - anak juga perlu untuk belajar bahwa dua orang yang saling mencintai tidak selama nya selalu harmonis. Tidak realistis jika berharap tidak ada pertengkaran, jika Anda tidak pernah memiliki perbedaan yang berbeda dengan pasangan Anda, maka sudah jelas kalau Anda menemukan seseorang yang menyetujui semua perkataan Anda. Sangat membosankan!
Dengan kata lain, tidak ada masalah, bahkan bagus bagi anak untuk melihat Anda berdebat. Namun ada syarat nya, ketika Anda berdebat di depan anak - anak, pastikan pertengkaran itu adil. Selesaikan masalah dengan aksi, bukan dengan orang nya, dan jangan mengeluarkan makian.

Jika pertengkaran terlalu berat, dan tidak ada penyelesaian dalam waktu tersebut, tahan hingga anak - anak tidak berada di sana untuk melihat nya.

Mitos 6 : Jangan Menganggap Semua yang Dilakukan Pasangan Anda adalah Sudah Seharusnya
Ini adalah rahasia dalam pernikahan yang bahagia kan? Karena ketika Anda menganggap seseorang melakukan sesuatu sebagai sewajar nya, itu berarti Anda berhenti untuk menghargai orang tersebut.

Faktanya : Menganggap wajar dalam pernikahan dengan orang yang Anda cintai menandakan bahwa Anda tahu kalau Anda bisa mengandalkan nya, bergantung pada nya, percaya pada nya, tanpa mempertanyakan, dan ada untuk satu sama lain.
Ini juga tanda apabila Anda menerima peran Anda dalam keluarga. Suami Anda bekerja keras dan tidak pernah mengeluh seberapa pun sulit nya, dan Anda menjalankan tugas sebagai istri dan ibu dengan sebaik mungkin.

Hanya saja, menganggap wajar kesetiaan pasangan Anda dan memperlakukan nya seperti sampah bukanlah hal yang sama. Dengan mengungkapkan rasa terima kasih Anda membantu di kemudian hari.

Penulis : Susana Young
image : www.candidshutters.com