.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Enam Hal Terbaik Sebagai Orang Tua untuk Anak


Belakangan ini banyak sekali orang tua yang memaksa anak mereka untuk melakukan berbagai kegiatan di luar sekolah seperti les pelajaran tambahan, biola, balet, dsb nya. Tentu saja orang tua menginginkan yang terbaik bagi anak mereka, tapi apa yang bisa di bilang "terbaik" bagi anak - anak?

Apakah Anda termasuk orang tua yang memaksa anak Anda untuk mengikuti berbagai kegiatan yang melelahkan setiap hari? Jika ya, apakah saat ini Anda sedang mengkhawatirkan kondisi anak yang sedang mengalami stress?

Sebagai orang tua, Anda mungkin memiliki keinginan agar anak Anda menjadi sukses. Tapi Anda takut apabila anak Anda mengalami banyak tekanan dan kehilangan arah, tapi juga takut kalau menghentikan sebagian kegiatan tersebut akan membuat anak Anda tertinggal, bahkan mulai merasa sulit saat di sekolah.

Anda pun mulai khawatir apabila keputusan tersebut akan mempengaruhi penerimaan di universitas nya di masa depan.

Adalah kesalahan, untuk mengambil keputusan berdasarkan rasa takut, dan bukan nya dengan rasa cinta. Karena bisa membuat Anda menjadi terobsesi dengan tujuan yang tidak realistis, dan bukan nya memandu anak ke hal yang mereka inginkan.

Tentu saja Anda harus memberikan anak kesempatan untuk menjadi lebih baik dan memperluas wawasan mereka, hanya saja Anda juga perlu untuk memberikan mereka masa kanak - kanak, dan tidak membebani mereka dengan terlalu banyak hal, dalam waktu kecil mereka.
Orang tua bisa gagal melihat tanda awal anak mereka sedang berjuang dari rasa capek karena melakukan terlalu banyak hal. Tanda - tanda ini tidak terlihat di awal, misal nya anak kesulitan untuk tidur, atau perubahan pada nilai, mudah sakit, bahkan perubahan pada tingkah laku mereka.

Ketika anak memiliki terlalu banyak jadwal kegiatan selain dari sekolah, mereka akan merasa tertekan, dan tanda stress akan segera muncul. Dan inilah enam hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah nya:

1. Menerima Hidup Seperti Apa Adanya
Setiap keluarga itu berbeda, dan masing masing memiliki keinginan, kemauan, dan sumber daya. Sumber daya bisa berupa uang, waktu, bahkan tenaga. Masalah mulai muncul ketika keluarga tersebut mengunakan sumber daya tersebut melebihi kemampuan nya.

Hargai sumber daya anak Anda seperti waktu, tenaga, dan ketertarikan nya. Ketika anak Anda memiliki terlalu banyak acara sosial, olahraga, dan berbagai kegiatan, belum lagi di tambah dengan sekolah, anak Anda bisa saja merasa terlalu banyak tekanan, dan tanda stress mulai muncul.

2. Individualisme 
Setiap keluarga itu berbeda, sama seperti setiap anak dalam keluarga. Daripada mendaftarkan anak Anda pada setiap kegiatan yang Anda pikir bisa di lakukan, atau teman mereka lakukan, bantu anak Anda untuk memahami apa yang Dia sukai, kemampuan atau impian dan mengatur kegiatan berdasarkan hal tersebut.

3. Jangan Suka Membanding - bandingkan
Ketika Anda melihat kekuatan dan ketertarikan anak Anda sebagai individu, tidak perlu untuk membandingkan nya dengan anak yang lain.

Membandingkan cenderung memiliki dampak negatif dan bisa mempengaruhi kepercayaan diri anak, dan merusak persahabatan dengan yang di bandingkan. Lebih baik mencari tahu alasan anak Anda melakukan suatu hal, dan memberikan latihan yang sesuai bagi nya.

Anak Anda bisa saja melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan dan bersenang - senang, atau mereka hanya ingin sensasi yang di dapat dari latihan dan persaingan.

Semua nya mengenai bagaimana membangun rasa percaya diri dan keterampilan sang anak. Saat mereka menghargai diri sendiri, mereka tidak akan merasa perlu untuk membandingkan diri mereka dengan yang lain.

4. Tidur
Meskipun terkadang tidur larut itu tidak bermasalah, memiliki kegiatan yang terlalu sibuk bisa mengakibatkan kurang tidur, yang kemudian mempengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan tingkah laku anak.

Jika anak Anda sering tidur larut untuk mengerjakan pekerjaan rumah nya setelah seharian melakukan banyak kegiatan, atau tidak memiliki waktu cukup untuk tidur, ini bisa menganggu pola tidur mereka. Kurang tidur bisa mempengaruhi kekebalan tubuh, yang pada akhir nya membuat anak menjadi mudah terkena penyakit termasuk flu dan demam.

Anak dengan umur 3 - 5 tahun perlu tidur sekitar 12 jam sehari, pisahkan waktu tersebut menjadi tidur siang dan malam hari. Dan ketika anak sudah mencapai umur 10 tahun, mereka hanya perlu waktu tidur sekitar 9 - 11 jam tiap hari.
5. Waktu yang Berkualitas
Ketika Anda menghabiskan waktu bersama anak Anda, akan jauh lebih bermanfaat ketika Anda memfokuskan semua perhatian pada Anak meskipun sebentar, daripada bersama mereka dalam waktu yang lama namun melakukan hal lain seperti melakukan pekerjaan rumah tangga.

Ketika memberikan anak perhatian penuh dengan mendengarkan, menatap mata, dan membalas percakapan, mereka akan lebih mudah terbuka dan merasa di perhatikan juga menghormati Anda. Namun ketika Anda melakukan banyak hal seperti memasak, mengecek telepon atau melakukan pekerjaan rumah, maka lawan bicara Anda akan merasa tidak di perhatikan dan lebih tertutup.

Lima menit dengan perhatian penuh pada nya, jauh lebih baik daripada kurang perhatian selama 45 menit.

Ketika menghabiskan waktu berkualitas bersama anak Anda, akan lebih mudah untuk mengetahui kesulitan apa yang sedang di alami anak Anda. Terhubung bersama anak Anda dan memberikan mereka ruang serta rasa aman dan menceritakan keluhan mereka adalah hal terbaik yang bisa Anda berikan kepada anak dan keluarga Anda.
6. Meditasi/Yoga
Hidup bisa memberikan tekanan pada anak, dan meskipun Anda melakukan nya dengan niat baik, akan ada waktu di mana mereka akan di tarik ke banyak arah sekaligus.

Coba untuk menganjurkan anak Anda melakukan meditasi dan yoga dalam hidup mereka sedari awal. Meditasi bisa membantu anak Anda untuk bernafas dan tetap fokus pada saat ini, dan membantu mereka untuk tidak merasa tertekan pada setiap hal yang di harapkan dari mereka.

Jika Anda mengajarkan anak untuk meditasi/yoga dari kecil, mereka akan menjalani masa dewasa dengan lebih kuat dan mampu menghindari stress.

Semua hanyalah mengenai keseimbangan dan memilih gaya hidup terbaik bagi Anda dan anak Anda. Ingatkan diri Anda untuk mengambil keputusan berdasarkan cinta daripada rasa takut untuk menciptakan lingkungan terbaik bagi anak Anda, dan jangan lupa untuk bersenang - senang.

Penulis : Susana