.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Delapan Mitos yang Menjadi Perusak Hubungan Anda


Dalam sebuah hubungan akan terdapat banyak sekali hal yang bisa menganggu kestabilan nya, salah satu nya adalah mitos. Masalah yang di timbulkan oleh mitos adalah berkurang nya kebahagiaan dalam suatu hubungan.

Ketika Anda berpikir kalau suatu hubungan harus berjalan seperti yang Anda harapkan namun ternyata tidak, rasa frustasi pun datang menghampiri. Dan frustasi adalah nomor satu yang akan memakan kebahagiaan dalam hubungan Anda, dan jangan lupa kalau ternyata frustasi terikat dengan mitos.

Untuk itu penting sekali untuk mengungkap semua kebohongan tersebut. Tanpa banyak omong, inilah delapan mitos mengenai hubungan yang bisa saja mengejutkan Anda.

1. Mitos : Hubungan yang Baik Berarti Tidak Perlu Kerja Keras Mempertahankannya
Fakta nya : Hubungan paling kuat membutuhkan banyak sekali kerja keras. Pada masa ini, pendidikan dan pengasuhan tidak mengajarkan bahwa hubungan yang baik membutuhkan usaha.

Seperti layaknya sebuah taman, memang terlihat indah namun Anda tentu tidak mengira kalau keindahan tersebut bisa terus terlihat tanpa ada nya kerja keras dalam mengurus nya.

Bagaimana bisa mengetahui kalau Anda bekerja terlalu keras dalam menjaga hubungan? Satu tanda nya adalah ketika Anda merasa lebih tidak bahagia di bandingkan bahagia. Dengan kata lain, apakah Anda lebih menghabiskan waktu untuk menjaga hubungan agar tetap terjaga di bandingkan menikmati nya?

Salah satu tanda buruk nya adalah ketika Anda berusaha keras untuk membuat perubahan dan peningkatan, Anda tidak melihat hal yang sama di lakukan oleh pasangan Anda. Hal yang positif adalah ketika Anda dan pasangan Anda mencoba melakukan perubahan positif secara bersamaan.
2. Mitos : Jika Pasangan Saling Mencintai, Mereka akan Mengerti Kebutuhan dan Perasaan Satu Sama Lain
Fakta nya : Adalah hal yang konyol mengharapkan pasangan Anda bisa mengerti apa yang sedang Anda pikirkan. Semua hanyalah ada dalam pikiran Anda, ketika Anda mengira pasangan Anda mengerti apa yang Anda inginkan.

Harapan seperti ini tumbuh saat masih anak - anak, namun sebagai orang dewasa Anda harus bertanggung jawab dengan berbicara mengenai perasaan dan kebutuhan Anda.

3. Mitos : Ketika Anda Benar - Benar Jatuh Cinta, Gairah Tidak akan Pernah Hilang
Fakta nya : Berkat film dan novel percintaan, banyak orang berasumsi ketika mereka benar - benar mencintai seseorang, "gairah, keinginan, dan rasa sayang" tidak akan pernah hilang. Dan ketika hilang maka mereka akan menganggap kalau hubungan tersebut bukan lah yang di takdirkan.

Kenyataan nya, gairah bisa hilang secara alami dalam semua hubungan.

Penyebab nya adalah kegiatan rutin harian. Ketika tanggung jawab bertambah dan peran berkembang, pasangan akan memiliki waktu dan tenaga yang terus berkurang untuk satu sama lain.

Namun bukan berarti gairah tidak bisa di kembalikan. Dengan sedikit perencanaan dan permainan, Anda bisa meningkatkan gairah. Yang terpenting adalah bagaimana cara nya menambah waktu dan tenaga untuk melakukan berbagai kegiatan bersama?

4. Mitos : Memiliki Anak akan Menguatkan Hubungan atau Pernikahan
Fakta nya : Penelitian mengatakan bahwa kebahagiaan dalam suatu hubungan justru berkurang dengan bertambah nya jumlah anak. Bukan berarti Anda dan pasangan Anda berkurang cinta nya, namun hal ini bisa menambah rumit suatu hubungan.

Memiliki harapan yang realistis bisa membantu pasangan untuk menerima peran baru mereka, dan ketika Anda berpikir bahwa anak bisa membantu meningkatkan hubungan, ternyata hanya akan menambah kerumitan yang ada.

Rencanakan ke depan dan bicarakan mengenai perubahan yang akan terjadi ketika Anda dan pasangan Anda akan memiliki anak pertama atau kedua dst nya.

5. Mitos : Cemburu adalah Tanda Cinta Sejati dan Rasa Sayang
Fakta nya : Rasa cemburu lebih ke arah seberapa aman dan rasa percaya diri dengan diri sendiri dan hubungan Anda. Ketika Anda memiliki pasangan yang sedang cemburu, Anda akan menunjukkan betapa Anda menyayangi nya supaya pasangan Anda tidak cemburu. Namun Anda akan segera menyadari bahwa betapa pun banyak nya kasih sayang yang Anda tunjukkan tidak akan mengubah rasa cemburu mereka.

Anda bisa saja mendukung nya, namun pasangan Anda juga harus bekerja keras menyelesaikan masalah ketidakamanan dalam diri mereka. Tidak peduli apa yang Anda lakukan, Anda tidak akan bisa membuat pasangan Anda merasa lebih aman.
Mencoba untuk membuat nya cemburu juga bisa jadi senjata makan tuan. Meskipun pria dan wanita bisa saja mengalami rasa cemburu, namun reaksi yang di timbulkan berbeda. Pria akan merasa marah dan membela diri, mempercayai kalau hubungan tersebut tidak berharga. Sementara wanita menanggapi dengan mencoba untuk meningkatkan hubungan mereka atau setidaknya diri mereka sendiri.

6. Mitos : Pertengkaran Merusak Hubungan
Fakta nya : Yang merusak hubungan adalah tidak menyelesaikan masalah dalam pertengkaran Anda. Pertengkaran bisa sangat membantu, dan merupakan salah satu bentuk dalam komunikasi dan penyelesaian masalah.

Jenis pertengkaran juga memiliki peran. Emosi, Memaki atau pertengkaran yang tidak selesai dan tidak berbicara satu sama lain selama berhari - hari akan merusak hubungan.

Pertengkaran yang bermanfaat dalam hubungan biasa nya berakhir dengan memiliki keputusan yang di setujui mengenai bagaimana mengatasi masalah tersebut.

7. Mitos : Agar Hubungan Bisa Sukses, Salah Satu Harus Berubah
Fakta nya : Terkadang orang akan lebih mudah dalam menyalahkan, dan bukan nya memikirkan bagaimana cara nya untuk berubah menjadi lebih baik. Melainkan, mereka akan menuntut agar pasangan mereka berubah.

Terkecuali ada hal yang tidak bisa di tolerir seperti penyiksaan atau perselingkuhan, membutuhkan dua orang untuk membuat perubahan.

Meskipun terlihat mudah dan jelas, banyak pasangan ternyata lebih saling menyalahkan di bandingkan untuk melihat pada apa yang bisa mereka lakukan dan perubahan yang bisa mereka buat.
8. Mitos : Terapi Bagi Pasangan Berarti Hubungan Anda Sedang Dalam Masalah
Fakta nya : Hal ini bisa saja benar ketika suatu pasangan mencari konsultasi, namun mengubah pemikiran adalah kunci nya. Kebanyakan pasangan berkonsultasi karena mereka sudah menderita dalam waktu yang lama sekali, dan banyak sekali hal baik dalam hubungan yang sudah hilang.

Untuk itu lebih disarankan bagi setiap orang untuk memandang konsultasi pasangan sebagai pencegah. Dengan begitu konsultasi di lakukan saat memiliki satu atau dua masalah selama beberapa bulan, dan bukan nya lima atau enam masalah selama sepuluh tahun terakhir.

Penulis : Susana Young
image : www.theeurekalife.com