.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Dalam Menghadapi Masalah Liat Dua Hal ini


“Berapa lama lagi harus bertahan, padahal ia punya simpanan? Apakah dia akan kembali? Kapan?” Yang terberat adalah bertahan tanpa ada harapan yang jelas. Orang mulai berbicang, mengasihani, dan beberapa berusaha menghibur dengan saran yang sepertinya logis, “Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan.”

Pernikahan bukanlah untuk para pengecut. Di tengah jalan segala hal bisa terjadi, keretakan, perselingkuhan, masalah ekonomi, penyakit, dll. Tentunya kita tidak mengharapkan semua ini terjadi. Tetapi bila masalah melanda, Anda tetap bisa melaluinya, tanpa harus lari dari pernikahan itu. Dua hal yang bisa Anda lakukan bila menghadapi masalah, baik dalam pernikahan atau masalah lainnya:

Berdamai Dengan Masalah
Jangan berpura-pura semuanya baik/”denial” atau menghindarinya. Tidak mengakui adanya masalah tidak akan menghilangkan masalah itu. Berdamai juga berarti tidak mempersalahkan orang lain walaupun mungkin memang dia sumbernya. Hal ini justru membuat depresi karena Anda berpikir nasib Anda ada di tangannya; Anda tidak bisa apa-apa sebelum orang itu berubah. Sikap paling tepat adalah menerima bahwa masalah ini bisa digunakan Tuhan untuk membentuk Anda. Tujuan utama adalah perubahan hati Anda. Fokus pada peningkatan diri dan hubungan dengan Tuhan. Bebaskan diri Anda dari syarat bahagia “hanya kalau ia berubah.”

Berdamai Dengan Diri Anda
Ada dua pilihan: berontak dan mengambil jalan kita sendiri, atau berani menjalaninya dengan ikhlas. Yang pertama kelihatannya lebih memberi kuasa, tetapi yang kedua membuat hidup kita lebih mudah. Karena tidak semua masalah ada jalan keluarnya, terutama bila masalah itu tidak bersumber pada kita. Yang bisa kita lakukan adalah menjalaninya dengan kekuatan dari Tuhan. Memang lebih mudah berontak dan lari, tetapi bila Anda memutuskan untuk tinggal dan menghadapinya, Anda akan bertumbuh (Esther Idayanti)
Doa Orang Normal, "Jauhkan Aku Dari Masalah." Doa Orang Besar, "Berikan Aku kekuatan Untuk Menghadapi Masalahku

Image : newleaftrust.com
Penulis : Esther Idayanti