.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Bagaimana Biar Tetap Fokus dan Membuat Keputusan yang Tepat


Manusia adalah mahluk yang pintar. Mulai dari penerbangan ke luar angkasa, penisilin, dan internet. Setelah melalui beberapa ribu tahun dan merasa sebagai mahluk terpintar yang ada di Bumi. Namun ternyata masih membuat keputusan yang tidak rasional hingga saat ini.

Anda lebih memilih untuk tetap pada pekerjaan yang tidak di sukai di bandingkan mencari yang lain. Tidak mulai melakukan proyek berbulan - bulan hingga deadline.

Anda melakukan sesuatu yang pada akhir nya menjadi penyesalan, lalu mengapa Anda melakukan nya?

Anda tidak sepenuh nya memegang kendali seperti yang Anda kira

Mungkin Anda suka berpikir kalau Anda suka berikir logis dan rasional mengenai semua keputusan yang di buat. Jika ada masalah, Anda berpikir dengan cermat dan mencari tahu cara menyelesaikan nya. Itu bisa benar pada satu waktu, namun lebih jarang sebalik nya, banyak sekali keputusan yang di ambil di lakukan secara tidak sadar.

Hasilnya? Anda melakukan nya dahulu dan mencari cara secara logis untuk mengetahui mengapa Anda melakukan nya, dan ini di ketahui dengan prinsip sikap mengikuti tingkah laku.
Dalam kehidupan prinsip seperti ini mengacu pada maksud yang lebih besar. Meskipun Anda ingin melakukan nya secara tulus, namun keadaan di luar kendali atau emosi Anda mengacaukan nya, menyebabkan Anda menciptakan alasan bagi setiap keputusan Anda.

Sebagai contoh nya Anda bisa saja :
- Tidak memilih sekolah impian karena takut di tolak dan mengatakan kalau lagipula Anda tidak ingin sekolah di sana.
- Tidak mengambil cuti dari tempat kerja untuk bepergian, dengan alasan kalau tidak ada tempat yang perlu Anda kunjungi.
- Memakai kartu kredit hingga maksimal batas pemakaian saat berbelanja dan mengatakan pada diri Anda kalau semua yang Anda beli adalah barang yang layak Anda beli di pusat perbelanjaan.

Dari semua contoh tersebut, Anda cenderung merasa lebih baik dalam jangka waktu pendek tanpa mempertimbangkan semua hal yang bisa terjadi dalam jangka panjang. Anda bisa saja mulai menyesali yang di lakukan, namun karena tidak ada masalah yang terjadi saat ini, maka Anda tidak berpikir dalam jangka panjang.

Terlihat konyol dengan semua keputusan buruk yang di ambil. Terasa seperti sedang ada pribadi berbeda sedang bentrok dalam diri Anda, menarik Anda ke berbagai arah yang berbeda.

Tiga jaringan pada otak
Manusia memiliki tiga komponen terpisah pada otak yang berlaku berbeda satu dengan yang lain. Dalam jangka panjang, sebuah lapisan baru akan mengantikan yang lama dan membentuk otak moderen pada manusia.

Lapisan pertama, di kenal dengan nama basal ganglia atau "otak reptil", adalah yang paling tua di antara ketiga nya. Lapisan ini berfokus pada bertahan hidup, seperti nutrisi, reproduksi, dan menghindari bahaya. Meskipun terlihat bagus, bagian ini menolak terhadap perubahan dan keras kepala terhadap saran dari bagian otak lain nya.
Pada bagian kedua adalah "otak limbik", yang berfokus pada tanggapan emosional terhadap berbagai situasi. Bagian ini menyebabkan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan ingatan dan pengalaman sebelum nya. Meskipun emosi dan reaksi ini bisa melindungi Anda, mereka juga bisa bias.

Terakhir adalah neocortex yang merupakan bagian terbaru pada otak. Berfokus pada hal rumit seperti pemikiran rasional, kreatifitas, dan bahasa. Bagian ini berperan penting terhadap perkembangan peradaban manusia.

Ketiga lapisan ini saling berkomunikasi satu sama lain dan mempengaruhi pemikiran dan keputusan Anda. Sayang nya, lapisan tertua, bagian terkuat pada otak Anda akan melawan setiap hal yang baik bagi Anda.


Bagaimana otak membuat keputusan
asi, ketiga bagian pada otak akan mencoba untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai cara. Sebagai contoh, ketika Anda berjalan masuk pada suatu ruangan dan melihat kue coklat dengan lapisan coklat di luar nya.

Anda mulai berliur. Otak reptil Anda melihat makanan. Otak limbik membayangkan betapa lezat nya kalau Anda memakan kue tersebut. Sebaliknya otak neocortex melihat kue penuh kalori tersebut dan berkata "Tunggu sebentar, Aku harus menjaga berat badan. Dan lagipula malam ini Aku akan ke rumah Jane dan akan ada banyak makanan di sana".

Jauh sebelum peradaban modern, memakan kue atau makanan apapun saat itu adalah keputusan yang bijak, karena Anda tidak akan pernah tahu kapan bisa makan lagi. Namun sekarang ini, memakan semua hal yang ada akan berdampak pada berat dan masalah kesehatan.

Lalu bagian otak mana yang menang? Tergantung pada skenario. Penelitian membuktikan pilihan yang di lakukan secara impulsif terjadi ketika bagian emosional menang terhadap bagian logika.

Ketika seseorang hampir mendapatkan tujuan nya, bagian emosional pada otak akan mengambil alih.

Berdamai saat masa perang
Dengan semua godaan yang ada, seperti nya Anda memang di takdirkan untuk makan semua yang di inginkan, menjauh dari kesempatan, dan royal berbelanja di luar anggaran Anda. Apa yang bisa jadi harapan ketika otak Anda melawan diri Anda?

Jangan terburu - buru putus asa. Masih ada kabar baik.

Misalnya, Anda menjadi semakin bijak seiring bertambah nya usia. Otak cortex Anda membantu menunda sogokan di bandingkan hasil jangka panjang. Saat masih kecil, bagian otak ini tidak terlalu berkembang, maka itu anak - anak cenderung lebih sulit menahan diri di banding orang dewasa saat melihat makanan.

Saat melalui masa remaja dan dewasa, otak cortex berkembang dan menjadi lebih dewasa, yang kemudian memiliki komunikasi yang lebih baik dengan bagian otak lain nya. Meskipun itu sebuah kemajuan, Anda bisa saja tergoda dengan sekantong keripik kentang yang berada di lemari.

Jadi ini lah beberapa cara yang bisa di gunakan untuk membantu otak memilih yang terbaik untuk jangka panjang:

1. Atur Lingkungan Anda
Anda mungkin menyadari kalau semua keinginan yang ada terjadi ketika Anda melihat benda tersebut. Otak Anda kemudian berpikir untuk menginginkan nya.

Taruh snack atau makanan sehat di sekitar Anda, jadi Anda tidak perlu membuang tenaga untuk menahan godaan. Mengatur sekitar Anda juga bermanfaat ketika Anda ingin mencapai tujuan tertentu dan membuat lebih mudah untuk di lakukan.

2. Penuhi Kebutuhan Dasar
Jika mungkin, cari cara untuk bekerja dengan otak reptil dan limbik Anda. Meskipun otak tertua Anda tidak selalu bekerja sesuai yang Anda inginkan, bukan berarti mereka tidak baik.

Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan dasar adalah dengan mengatur level tenaga Anda. Merasa lelah? Segera tidur siang atau beristirahat. Perut Anda lapar? Makan makanan yang seimbang. Mumet karena stress? Keluar dan bermain. Ketika tingkat tenaga Anda tidak di penuhi, suasana hati Anda akan memburuk dan pengambilan keputusan akan menjadi berkurang.

3. Ikat Emosi Pada Tujuan Anda
Perasaan Anda bisa dengan mudah menutupi semua pemikran logis yang Anda miliki. Jadi jika Anda ingin menciptakan suatu kebiasaan, maka sambungkan hal tersebut dengan emosi.

Sebagai contoh, jika Anda lupa untuk menyikat gigi, taruh sebuah kertas dengan tulisan peringatan bahwa lubang pada gigi bisa menyakitkan. Atau jika Anda sulit untuk memulai sebuah pekerjaan, cari cara untuk membuat nya lebih mengasyikan.
4. Lakukan Saja
Ketika Anda merasa gugup atau takut melakukan sesuatu, Anda cenderung berbicara pada diri sendiri untuk menjadi lebih percaya diri. Walaupun metode ini membantu kepercayaan diri, akan ada waktu di mana Anda harus mulai begitu saja.

Lagipula, manusia cenderung untuk tetap berada pada situasi yang sama.

Keputusan Anda akan lebih di atur oleh berbagai faktor di luar logika dan alasan. Tidak fokus dan perasaan bisa mengarahkan Anda lebih jauh dari tujuan Anda.

Penulis : Susana Young
Image : www.steelcase.com