.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tujuh Tanda Anda "Terlalu Bagus" Sebagai Orangtua


Sebagai orangtua, anda pastinya ingin memberikan semua yang terbaik untuk anak. Mengajak bepergian setiap akhir pekan, membacakan dongeng, mengawasi pr setiap malam, mengantarkan les ini-itu, terlibat -aktif dalam kegiatan kelas dan sekolah anak, dan sebagainya. Tapi jika anda tidak terlibat sepenuhnya dalam kehidupan anak, anda memberi ruang kepada anak agar dapat menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri. Berikut tanda-tanda anda berlebihan sebagai orangtua:

1. Menghujani Anak dengan Pujian
Saat anak dalam usia bayi dan balita, kita mengajarkan apa yang pantas dan yang tidak. Kita pun memuji mereka dengan cara yang bersemangat ketika mereka menguasai keterampilan baru atau bertindak dengan cara yang sesuai atau diinginkan, semua demi membantu proses pembelajaran mereka. Tetapi jika anda memberi pujian setiap saat mereka melakukan sesuatu, terutama ketika mereka mengulangi ribuan kali sesuatu yang telah dikuasai, tanpa anda sadari itu malah akan merugikan anak.
2. Menghadiahi Anak dengan Banyak Materi
Sama halnya dengan selalu menghujani anak dengan pujian. Memberi materi atau hadiah berlebihan kepada anak pun tidak baik. Anak tidak akan belajar bagaimana caranya bersyukur mendapatkan hadiah ulang tahun dari keluarga dan teman yang tidak sesuai dengan kemauannya. Apalagi dengan anak yang selalu harus 'disogok' dengan mainan terlebih dahulu agar mau berkelakuan yang baik saat bertamu atau di supermarket.

Anak jaman sekarang memiliki segalanya. Dahulu kita hanya memiliki satu buah telepon untuk seluruh anggota keluarga. Dan kita tidak hanya duduk seharian mengobrol dengan teman di telepon, karena masih ada tanggung jawab mengerjakan pr dari sekolah atau menolong ibu dengan pekerjaan rumahnya.

3. Ekspektasi Rendah
Karena melihat pelajaran di sekolah yang berat dan banyaknya kegiatan ekskul, menjadikan orangtua merasa kasihan dan tidak tega untuk memberikan tanggungjawab lebih pada anak. Ekspektasi yang rendah akan tanggung jawab anak dengan asumsi imbalan prestasi di sekolah. Ini adalah pemikiran yang salah.

4. Memberi Sedikit Tanggung Jawab
Ajarkan kepada anak untuk memiliki tanggung jawab walaupun untuk hal yang kecil di dalam rumah. Seperti membereskan tempat tidur, mencuci piring setelah makan, dan sebagainya.
Semakin banyak anak belajar melakukan tugas-tugasnya dan membuat keputusan yang baik untuk dirinya, semakin baik peluang mereka memiliki kehidupan yang lebih produktif nantinya.
Ketika mendidik anak tentang tanggung jawab, pastikan anak memahami bahwa ia diminta untuk melakukan sesuatu bukan karena 'bunda adalah bos,' melainkan karena 'kita hidup bersama dan berbagi segalanya dalam rumah baik itu pekerjaan dan juga kesenangan.'

5. Berulang-ulang Memberitahu Anak apa yang Harus Dilakukan
Setelah memberi anak tanggung jawab, terkadang orangtua jg melakukan kesalahan dengan memberitahu anak terus-menerus apa yang harus dilakukan. Kita membesarkan anak, bukan robot yang harus menuruti semua perintah. Diperlukan waktu agar anak dapat mengerti dan belajar menjadi orang yang bertanggungjawab.

6. Menolong Anak Tanpa Diminta
Jangan lakukan apa yang bisa anak lakukan. Biarkan anak membuat keputusan dan menolong diri mereka sendiri, dan anda akan melihat kalau anak anda memiliki pemikiran yang bahkan tidak terpikirkan oleh anda.
Menjadi orangtua itu tidak selalu apa yang anda lakukan untuk anak-anak anda, tetapi apa yang anda ajarkan untuk mereka lakukan sendiri.
7. Anda Mencoba Mencegah Terjadinya Kesalahan
Tentu saja saat anak membuat keputusan, terkadang itu adalah hal yang salah. Biarkan mereka melakukan kesalahan di lingkungan yang aman. Daripada mencegah anak melakukan sesuatu yang berbahaya, ada baiknya membiarkan anak mengalami konsekuensi (asalkan tidak berbahaya bagi kesehatan / mengancam jiwa). Anak akan tahu bagaimana rasanya jika menyentuh minuman panas, atau ketika jatuh, ia tahu kalau ia harus bangun dan membersihkan diri dari debu, semua dilakukan sendiri.

Pada akhirnya, ayah bunda dapat menghindari "overparenting" dengan mendukung anak-anak tanpa terlalu terlibat. Menjadi lebih protektif adalah kesalahan yang mudah dan umum yang dibuat orangtua. Kadang kita berharap dunia bersikap baik kepada anak. Tapi dunia luar itu tidak seluruhnya baik, dunia luar itu nyata. Jika orangtua selalu mencoba melindungi anak dari tantangan, maka apa yang dapat anak lakukan saat dewasa, terlebih saat orangtua sudah tidak ada lagi?


Penulis : Susana
image : chicagopolicyreview.org