.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tujuh Petengkaran yang Disesali oleh Pasangan yang Sudah Bercerai



Penyesalan emang datangnya belakangan. Dalam pernikahan tidak hanya manis saja yang bisa dirasakan, tapi pahit nya masalah terkadang melanda dalam pernikahan. Bertengkar biasa di lakukan karena berbagai masalah sepele, Anda bisa saja merasa terganggu dengan kebiasaan nya, dan Dia tidak belajar dari kesalahannya karena mengulangi kembali hal tersebut.

Pertengkaran yang terlihat sepele, tapi menjadi semakin besar dan tidak terkendali. Ini bukan lagi mengenai Dia tidak membereskan makanan nya, atau Dia suka menaruh baju kotor di mana saja. Tapi ini sudah mengenai kebiasaan jelek yang tidak mau di rubah.

1. Bertengkar Masalah Keuangan
Banyak pasangan bertengkar ketika sudah menyangkut mengenai masalah uang. Namun ketika mereka sudah tidak lagi bersama, banyak yang kemudian menyadari bahwa bertengkar karena masalah uang tidak membuat jadi lebih kaya, melainkan menghilangkan semua manfaat dari pernikahan.

Semua hal butuh uang, tapi uang bukan lah segala nya dalam pernikahan. Ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan, hal yang harus di lakukan adalah mengatur keuangan dan hidup lebih hemat. Sayang nya tidak semua orang berfikir seperti itu.
2. Bertengkar Karena Masalah Kecil
Meski banyak yang tidak menyesal ketika bertengkar dan mempertahankan kepercayaan nya, namun mereka menyesali akan terjadinya pertengkaran hanya karena berbagai masalah kecil. Mereka menganggap bahwa semua hal itu hanya ada hitam atau putih, dan mereka baru tersadar bahwa hidup juga bisa memilih abu - abu.

3. Tidak banyak Bertengkar
Mungkin kedengaran nya terlalu aneh, kenapa tidak banyak bertengkar bisa menjadi suatu penyesalan? Ternyata pasangan yang lebih awet lebih sering bertengkar, tapi bertengkar dengan adil. Mereka yang bertengkar menghadapi masalah nya langsung, melalui semua kesulitan, dan tetap berhubungan baik dengan mantan mereka.

Banyak orang yang tidak menyangka ketika sebuah keluarga terlihat harmonis dan tidak pernah bertengkar, hanya untuk menemukan suatu hari keluarga tersebut sudah tidak bersama lagi.

4. Tidak Bisa Menyelesaikan Masalah yang Terus Membuat Mereka Bertengkar
Penyesalan kadang datang dari pertengkaran karena hal yang sama, yang terus menerus di ulang, bukan nya mencari solusi akan masalah tersebut, dan ketika menyadari nya semua sudah terlambat.
5. Tidak Bertengkar Mengenai Kenapa Pernikahan Mereka Harus Berakhir
Ternyata banyak pasangan yang menyesali kenapa mereka tidak bertengkar mengenai berakhirnya pernikahan mereka. Padahal sebelum perceraian bisa terjadi, ada kesempatan di mana Anda atau Dia bisa berbicara dari hati ke hati mengenai masalah ini, tapi tidak di lakukan.

6. Bertengkar Mengenai Siapa yang Membereskan Rumah
Menjadi seorang istri terkadang bisa melelahkan, terlebih ketika memiliki anak. Mengurus rumah, memasak, mengurus anak bisa jadi pekerjaan yang sangat - sangat melelahkan. Dan pikiran mengenai kenapa Anda harus berkorban banyak waktu mengintai Anda.

Anda kemudian berkonsultasi pada mereka yang memiliki pemikiran yang sama dengan Anda. Anda kemudian berhenti mencuci piring atau baju suami, Anda menghentikan semua kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan suami, bahkan menghitung berapa yang harus di bayar kalau suami ingin semua kebutuhan nya terpenuhi.

Namun bukan nya perasaan seperti membutuhkan dan menghargai Anda, Dia malah menghiraukan Anda, mungkin karena 60 jam kerja perminggu itu sudah menguras pikiran dan mental nya. Anda hanya ingin dia memperhatikan Anda, Anda hanya ingin Dia menghargai Anda, namun yang terjadi adalah suatu keretakan yang makin meluas.

Perhatikan pada seringnya berkomunikasi agar Anda dan Dia tidak mengalami salah paham.
7. Pertengkaran yang Berawal dari Percakapan
Bisa saja Anda tidak suka berdebat mengenai apapun, dan menikahi orang yang senang untuk berdebat. Sayang nya Dia suka untuk berdebat mengenai banyak hal apalagi dari percakapan sehari - hari, yang kemudian menjadi pertengkaran.

Bertengkar sekali dua kali mungkin masih bisa di tandai sebagai bumbu dalam pernikahan, namun kalau terjadi secara rutin mungkin harus di perhatikan, bicarakan dengan pasangan Anda, dan ketika menjadi pertengkaran, sudahi, akui salah meskipun tidak. Kalau dua kepala saling berteriak, maka tidak akan ada yang mendengar.

Penulis : Susana Young