.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sulitnya Mengatakan Maaf


Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, termasuk Anda dan saya. Tetapi mengapa begitu sulit berkata “Maafkan saya”?

Kehilangan Muka
Meminta maaf seolah mengakui kelemahan kita. Apalagi bila orang yang kita datangi justru menekankan kesalahan kita, “Gampang minta maaf!” Kita merasa kalah, dan ia menang. Kesombongan kita membuat permintaan maaf menjadi sulit.
Tidak Mau Mengakui
Kita pikir bila kita tidak meminta maaf, maka kita tidak menjadi pihak yang bersalah. Padahal, seringkali, dalam hati pun kita sadar bahwa sebenarnya kita yang bersalah. Meminta maaf kadang menimbulkan perasaan yang tidak enak, seperti perasaan bersalah, malu dan rasa takut.

Rendah Diri
Beberapa orang sulit memisahkan antara “tindakan” dan “diri.” Mereka pikir, kalau mereka berbuat hal yang buruk, berarti mereka orang yang buruk. Harga diri mereka hancur. Orang yang rendah diri sulit meminta maaf.

Meminta maaf tidak mudah. Padahal untuk membangun hubungan yang sehat dibutuhkan permintaan maaf untuk merajut kembali hubungan yang retak. Meminta maaf menunjukkan bahwa Anda bertanggung jawab atas tindakan Anda, dan Anda peduli/mengasihi orang yang Anda ajak bicara.

Permintaan maaf yang tulus berkata, “Maafkan saya. Saya yang bersalah. Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya?” Bukannya, “Maafkan saya, soalnya kamu tadi bikin saya…” Ini adalah alasan atau tuduhan, bukan permintaan maaf.
Walaupun bagian kesalahan Anda adalah 10%, tetaplah meminta bertanggung jawab dan meminta maaf. Mark Matthews berkata “Meminta maaf tidak selalu berarti Anda salah dan orang lain benar. Artinya bahwa Anda menghargai hubungan itu lebih dari ego Anda.” (EI)

Hidup Ini Terlalu Singkat Untuk Perselisihan. Bahkan Bila Aku Berpikir Aku Benar, Aku Memilih Untuk Meminta Maaf Dan Tetap Berteman Daripada Menang Dan Menjadi Musuh (Maeve Binchy)

Penulis : Esther Idayanti


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html