.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Stop Membuang Makanan


Saat kuliah S2 di Amerika, setiap Jumat saya mengantri di depan kantor International Student karena kadang ada makanan gratis.  Ada roti yang besoknya expired, makanan kalengan yang penyok, dll, dari supermarket.  Buat orang lain, itu barang buangan tapi buat mahasiswa pas-pasan seperti saya itu “survival”!  Data dari FAO (badan PBB) sekitar 1,3 juta ton makanan terbuang percuma. Jumlah itu adalah sepertiga dari jumlah makanan yang diproduksi dunia. Tragisnya, 800 juta orang tidur dalam kondisi kelaparan. Ada buah dan sayur terbuang percuma karena supermarket hanya menerima yang sesuai standar. Selain itu, banyak sisa makanan dari restoran dan rumah tangga.

Jangan Beli Lebih Dari yang Anda Bisa Habiskan
Isi lemari es Anda secukupnya. Tidak perlu menumpuk, dan jangan beli hanya karena murah, tapi ternyata terlalu banyak.

Jangan Buang Makanan yang Masih Baik
Saya perhatikan di pesta pernikahan orang mengambil makanan seperti mereka tidak makan selama seminggu!  Semua makanan diambil, lalu setelah dimakan sedikit, sisanya ditaruh begitu saja di meja. Hanya gara-gara gratis, mereka ambil semaunya lalu dibuang sia-sia.  Ini keserakahan, yaitu keinginan yang ekstrim untuk memiliki sesuatu lebih dari takaran yang seharusnya atau lebih dari yang dibutuhkan. Bertobat!
Siapkan dan Ambil Makanan Secukupnya
Di food court Amerika, saya selalu pesan “kids menu” karena porsi dewasa di sana luar biasa besar. Tidak heran 2 dari 3 orang Amerika kelebihan berat badan.  Tidak perlu memesan 10 macam lauk di restoran bila yang makan hanya 3 orang. Kadang orang takut dikira pelit. Pesan sewajarnya, dan ambil secukupnya di piring Anda. Bila ada lauk sisa, bawa pulang. (EI)

Membuang-buang makanan Adalah Seperti Mencuri Dari Orang Miskin. (Pope)

Penulis : Esther Idayanti
image : www.sdfsa.org

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html