.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Sembilan Kebiasan Buruk Orangtua Berdampak Buruk Kepada Anak


Saat anda membaca kata "kebiasan buruk," anda pasti berpikir tentang merokok, minum-minuman keras, dan sejenisnya. Tapi jika menyangkut anak-anak, semua gerakan yang anda lakukan memberi pengaruh besar akan tindakan mereka, termasuk tindakan-tindakan yang disebut sebelumnya. Bagi orang dewasa hal-hal tersebut merupakan hal sepele yang tidak berarti banyak, tetapi dapat dipastikan bahwa tidak ada satu pun yang mau bertanggung-jawab mengapa anak-anak dapat mengucapkan kata-kata kasar saat bermain bersama teman-temannya. Berikut adalah beberapa kebiasaan ayah bunda yang harus segera dihilangkan.

1. Kecanduan Teknologi
Setiap keluarga memiliki prinsipnya masing-masing menyangkut anak-anak dan teknologi, tapi kita semua pasti setuju terus-menerus berada dalam jangkauan gadget terutama merupakan hal yang tidak baik. Jika anda memeriksa ponsel anda setiap 1-2 menit, maka akan susah memberitahu anak bahwa mereka tidak diijinkan melakukan hal yang sama.

2. Membenci Diri Sendiri
Baik anak bunda adalah laki-laki atau perempuan, kunci terpenting anak memiliki kepercayaan diri yang sehat adalah dengan mengikuti teladan yang ada. Janganlah bunda selalu mengeluh akan bentuk tubuh, berat badan, keriput, atau yang lainnya tentang diri anda di depan buah hati. Jika anda berniat menurunkan berat badan melalui diet dan atau olahraga, tekankan pada makanan sehat yang dikonsumsi dan betapa semangat dan kuatnya yang anda rasakan dari hasilnya, bukan pada angka yang tertera di timbangan.
3. Antara Cemilan dan Makanan.
Wajar bila anda melewatkan waktu makan bila sedang mengalami hari yang sibuk. Terlebih lagi bagi bunda yang memang sangat multi-tasking. Tetapi menyantap donat... atau granola bar saat berada dalam mobil, tidak menunjukkan pola makan yang seimbang. Butuh usaha lebih untuk memberikan contoh dan memupuk kebiasaan makan yang sehat.

4. Tidak Sabaran di Jalan Raya.
Menginjal pedal gas dan menambah jumlah angka di speedometer kendaraan anda bukan merupakan ide yang cerdas, dan hal terakir yang anda inginkan adalah membahayakan keselamatan anak-anak. Tetaplah taati peraturan dan rambu lalu lintas.

5. Menjadi Orang Dewasa yang Jahat
Saat ayah atau bunda berkumpul bersama teman, bukan tidak mungkin akan bergosip. Membiarkan anak melihat dan mendengar anda berbicara negatif tentang seseorang, entah teman, anak-anak, guru, atasan, atau siapa pun, akan menyebabkan anak berpikir itu bukan hal yang buruk untuk diikuti.

6. Kata-kata Kasar
Masih tentang ucapan. Anda tidak sengaja mengumpat atau mengutuk saat mengobrol dengan teman mungkin terlihat bukan masalah besar karena bayi anda belum dapat berbicara, tapi lain halnya dengan balita.
Mereka menyerap segala sesuatu yang anda ucapkan, dan bahkan jika mereka tidak segera menirukannya, anda tidak akan pernah tahu kata-kata apa yang akan keluar dari mulut mungil tersebut.

7. Begadang
Jika anda termasuk orangtua dari anak-anak yang tidurnya larut malam, menetapkan teladan yang baik akan bagaimana memulai hari anda sangatlah penting. Menjadi orang terakhir yang tiba di sekolah setiap harinya tidak akan menetapkan landasan besar untuk motivasi anak di masa depan.

8. Menyalakan TV — dan Membiarkannya Sepanjang Hari
Anda sadari atau tidak, ini terjadi begitu anda memiliki anak. Anda menyalakan tv untuk menonton berita atau acara olahraga, dan entah bagaimana berakhir dengan tv menyala tanpa ada yang menonton. Tentu saja ini bukanlah hal yang baik. Tonton seperlunya dan matikan bila telah selesai. Apabila berkumpul bersama keluarga pun tidak perlu menyalakan tv hanya untuk latar belakang suara, hal itu hanya akan mengalihkan perhatian menjadi tidak fokus pada orang-orang yang anda sayangi.
9. Bohong Putih
Jujur: Pernah tidak bunda menyuruh anak agar tidak cerita kalau tadi ada singgah sebentar ke mall di perjalanan pulang dari dokter gigi? Atau ayah kompakan dengan anak menyogok memberi snack agar tidak lapor bunda ketahuan merokok? Tidak mudah bagi anak untuk membedakan mana yang "bohong putih" dan mana yang tidak jujur. Jadi sederhanakan saja semuanya — harus jujur selalu.

Penulis : Susana
image : www.babble.com