.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Saat Kita Pulang, Tuhan Hanya Menginginkan Kita


Sebuah film humor dari Perancis “Une Famille a Louer” berkisah tentang seorang bisnisman sukses yang tidak punya keluarga. Di rumahnya yang mewah ia tinggal sendirian, ditemani pembantu pria yang setia. Suatu saat ia menonton berita tentang seorang ibu miskin yang kesulitan memelihara ketiga anaknya, lalu ia berpikir untuk “menyewa” keluarga itu jadi keluarganya selama beberapa waktu. Yang membuat saya berpikir adalah betapa kosongnya pulang ke rumah yang besar namun tidak ada siapa-siapa yang dinantikan. Ketika kita pulang kerja atau pulang dari luar kota, rumah menjadi tempat yang sangat nyaman karena orang yang ada di dalamnya.

Demikian juga ketika kita “pulang” setelah tugas kita di dunia ini selesai. Bukan apa yang ditawarkan di surga yang seharusnya kita nanti-nantikan, melainkan berjumpa dengan Sang Pencipta, itulah yang paling menyenangkan. Bukan bidadari, bukan jalan dari emas, bukan rumah yang megah, bukan mahkota, bukan upah apapun juga, tetapi kesempatan untuk berada bersama-Nya.

Kehadiran Tuhan adalah “upah” yang sesungguhnya. Bagaimana perasaan kita bila kita pulang dari luar kota ternyata anak kita hanya peduli pada oleh-oleh, bukan pada kita? Ketika fokus kita pada upah, bukan pada-Nya, kita telah kehilangan esensi yang sebenarnya. We miss the big picture. Cari dan cintai Tuhan, bukan berkat-Nya dan upah-Nya. Dan mari belajar mengenal dan mengasihi Tuhan selagi kita di dunia, meningkatkan kerinduan kita pada-Nya (Esther Idayanti)
Tuhan Tidak Menginginkan Sesuatu Dari Kita, Ia Hanya Menginginkan Kita (CS Lewis) 



Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html