.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Mengenal Kopi Nusantara dengan Banyak Cita Rasa

Banyak sekali orang tidak sadar bahwa negara kita tercinta, Indonesia adalah Salah satu penghasil kopi terbesar dan biji kopi Indonesia yang berkualitas diekspor keluar negeri.

Minuman kopi itu sebenarnya bukan minuman yang hanya untuk menemani begadang. Tahukah? Bahwa, setiap kopi itu memiliki karakteristik rasa yang berbeda?, bergantung dari mana daerah biji berasal. Masih inget rasa unik nan exotic nya kopi kopi asal Indonesia yang kita punya? bahkan orang luar negeri pun iri dengan berbagai rasa kopi dari perkebunan tanah air kita. Rasa, mutu dan aroma kopi sangat bergantung dari diamana tanaman kopi itu tumbuh. Faktor ketinggian tanah, suhu,cuaca, cara perawatan, lingkungan sekitar kebun, proses pasca panen, pengeringan hingga proses penyangraian sangat berpengaruh terhadap suatu cita rasa dan ke unikan dari kopi.


Kopi Floress Manggarai

Ketika mencoba makan bijinya saja sudah terlihat keunikannya yaitu ada rasa vanilla yg khas. Apalagi ketika di seduh akan muncul aroma dan rasa vanilla yg khas. “Cita rasanya spesifik sekali,” kata Surip Seorang peneliti kopi. Lopi Manggarai Timur selama ini lebih dikenal dengan brand Flores Coffee. Jenis robusta, kata Surip, lebih dulu populer dan beberapa tahun belakangan petani setempat kembali mengembangkan arabika. Kopi Flores jenis arabika memiliki citrasa yang wangi, asamnya murni dan bernuansa rasa lemon.

Sedangkan robustanya, juga memiliki rasa yang khas, halus, mengandung mint, dan punya karakter netral sehingga sempurna saat dicampur. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao akan mendaftarkan kedua jenis kopi Flores tersebut agar mendapatkan perlindungan indikasi geografis, atau perlindungan berdasarkan asal tempat barang.

Kopi Floress Bajawa

Kopi hitam yg satu ini biasanya lebih di cari oleh para penggila kopi hitam pait, karena kadar acid nya yg tinggi.  sekali minum rasa kopinya akan terasa hingga 4 jam memiliki cita rasa heavy body, sweetness, chocolate, and tobacco notes.

Kopi Lanang/Peaberry (Bayuwangi)

Kopi lanang adalah jenis kopi yang sangat unik. Kenapa dikatakan unik? Dikatakan unik karena kopi ini memang berbeda dari kopi kebanyakan meskipun jenisnya sudah umum. Seperti yang anda tahu, umunya kopi berbiji dua (dikotil), namun untuk jenis ini, biji kopinya hanya satu. Dan yang membuatnya istimewa karena jumlahnya yang sangat jarang. Dalam sekali panen saja, kopi ini hasilnya sangat sedikit, perbandinganya dari 50 kg biji kopi, setelah disortir hanya terdapat 800 g biji kopi lanang. Prosesnyapun hanya terjadi secara alami dan tidak dapat direkayasa, selain itu, kopi lanang ini mempunyai citarasa yang lebih tinggi, aromanya pun lebih wangi dan rasanya lebih padat (full).


Citarasa seduhan kopi lanang begitu halus dengan aroma dan taste yang 3 kali lebih kuat dari biji regulernya, dengan kadar kafeinnya yang sangat tinggi sehingga menimbulkan efek tidak mudah mengantuk bagi yang mengkonsumsinya. Disamping itu banyak orang yakin bahwa kopi lanang berkhasiat menambah tenaga ekstra dan vitalitas kaum pria, Selain bijinya yg unik, krn untuk mendapatkannya harus melalui proses penyortiran (tiap 100 biji kopi hanya ada 1 kopi lanang)

Kopi Medan Sidikalang




Kopi, buah dari tanaman sejenis cherry yang menurut sejarahnya adalah buah ajaib yang konon ceritanya ditemukan oleh penggembala ternak di Benua Afrika, Utopia 1000 tahun sebelum Masehi, dan berkembang hingga ke Indonesia dibawa oleh Belanda pada abad ke – 17 dan menjadi buah primadona hingga saat ini. Primadona? Yah primadona karena faktanya hingga sekarang, Indonesia menjadi negara pengekspor kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

Kopi terbaik dari sumatera utara…seperti kopi hitam lainnya. ciri khas warna yang hitam pekat, bagi kopi lovers rasa kopi asal sumatera utara ini gak ada tandingannya, dijamin enak!

Kopi Aceh Gayo

Dalam cupping score (penilaian rasa) terhadap kopi Gayo, yang dilakukan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA- Asosiasi Kopi Spesialty Amerika), kopi Gayo memperoleh nilai/ score 85. Nilai ini tinggi untuk penilaian cita rasa kopi, sehingga kopi Gayo memang layak disebut sebagai kopi specialty. Kopi Aceh Gayo bercitarasa : medium smooth body, sweet & spicy artinya kekentalan yg pas dengan tipe rasa “Exotic taste ” yakni cita rasa perpaduan rempah dan buah-buahan.

Dua jenis Kopi Gayo yang sangat terkenal yaitu kopi Gayo (Arabika) dan kopi Ulee Kareeng (Robusta). Untuk kopi jenis Arabika umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi “Tanah Gayo”, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues, sedangkan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat lebih dominan dikembangkan oleh masyarakat disini berupa kopi jenis Robusta.

Kopi Toraja

Kopi Toraja juga memiliki karakter yang khas, salah satunya yaitu kandungan asamnya rendah dan memiliki body yang cukup berat, kopi Toraja juga biasa dikenal dengan Kopi Celebes Kalossi. Kata
“Celebes Kalossi” tersebut diadopsi dari nama kolonial Belanda untuk salah satu daerah di Sulawesi

Biasanya kopi ini ditanam di daerah pegunungan tinggi yang terletak di Suawesi. Seperti namanya, si hitam ini tumbuh di tempat yang bernama sama. Warna cokelat tua dan aroma yang  kaya menjadi khas kopi ini.

Kopi Bali Kintamani

Kopi bali kintamani dihasilkan dari tanaman kopi arabika yang ditanam didataran tinggi kintamani dengan ketinggian diatas 900 mdpl. Kawasan kintamani berada dilereng gunung berapi batur. Dengan jenis tanah Entisel dan Inceptisol (Regusol). Kawasan ini memiliki udara yang dingin dan kering dengan curah hujan yang banyak selama 6-7 bulan musim hujan. Tanaman-tanaman kopi arabika terbentuk dari varietas-varietas terseleksi. pohon kopi ditanam dibawah pohon penaung dan dikombinasikan dengan tanaman lain dan dikelola serta dibeeri pupuk organic. Kopi ini memiliki citarasa yang khas yakni aroma citrus dengan tingkat keasaman yang rendah, sehingga banyak diminati oleh konsumen Internasional.

Dengan berlandaskan Tri hita karana yaitu adanya keseimbangan antara petani dengan tuhan, petani dengan petani dan petani dengan lingkungan. Perkembangan kopi arabika di kawasan kintamani semakin pesat dengan kelestarian alam yang tetap mempesona. Cita rasa yang dimiliki begitu eksotik dengan rasa jeruk yang dominan, body sedang, acidity sedang sampai tinggi dengan berbau wangi menyerupai herbal. Masyarakat bali pada umumnya meyakini kopi ini memiliki nilai religious.

Kopi Lampung 

Kopi Lampung yang tumbuh di dataran sumatera, merupakan kualitas kopi dengan citarasa dan karakteristik akan aroma tropis dedaunan khas Indonesia, tingkat kemasaman kopi yang sederhana namun unik dalam memecah selera, aroma spicy yang terhirup saat seduhan pertama selalu membangkitkan semangat dan memberikan aura untuk menarik simpatik peminumnya. Belum lagi balutan kepekatan hasil seduh yang seakan memberikan kesan creamy menggoda sang penyeduh kopi untuk cepat-cepat menyeruput hasil seduhannya. Hal itulah yang membuat kami untuk fokus menyuplai hasil produksi kopi hanya dari tanah Sumatera yang langsung di olah, terjaga mulai dari perkebunannya seperti kopi asal lampung.

Kopi Luwak

Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak.[1] Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.
Gambar Kopi luwak asli. Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indera penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang optimal sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. Biji kopi luwak seperti ini, pada masa lalu hingga kini sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia.

Sumber : Kaskus