.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Cita-cita yang Terhempas


Ketika hidup tiba-tiba terhalang tembok dan cita-cita kita terhempas, apa yang bisa dilakukan? Kartini baru berusia 12 th ketika ia harus berpisah dengan teman sekolahnya karena dipingit. Ia tidak boleh lagi keluar dari rumahnya. Kartini memohon pada ayahnya agar diperbolehkan sekolah seperti kakak laki-lakinya, tetapi ayahnya tegas menjawab, “Tidak!” Sewaktu-waktu gadis seusianya bisa dinikahkan, bahkan tanpa kehadirannya, menjadi isteri yang kesekian. Ini bukan hidup yang diinginkan Kartini, tetapi keadaan memaksa. Belajar dari Kartini:

Berjuang Untuk Kepentingan yang Abadi
“Pergilah, laksanakan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas. Dibawah hukum yang tidak adil dan paham-paham palsu tentang mana yang baik dan mana yang jahat. Pergi! Pergilah! Berjuang dan menderitalah, tetapi bekerja untuk kepentingan yang abadi” (Kepada Ny. Abendon, 4 Sept 1901). Seseorang hanya bisa bertahan bila ia memiliki cita-cita yang jauh lebih besar dari dirinya sendiri. Bila Kartini hanya menaruh cita-cita bagi hidupnya, maka pupuslah harapannya ketika ia harus berhenti sekolah dan menikah.

Miliki Impian
“Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan…” (Kepada Zeehandelaar, 9 Jan 1901). Pemikiran Kartini tidak terpenjara walaupun hidupnya dibatasi tembok. Impian memberi kekuatan, kesabaran dan semangat untuk hidup.
Sikap Adalah Segalanya
“Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” Kartini bisa saja pahit hati, tetapi ia memilih untuk mengambil sikap positif yang mendorongnya untuk mencari solusi. Dan apa yang dilakukannya mengubah wajah sebuah bangsa! (Esther Idayanti)

Semoga Melalui Banyak Sekali Penderitaan Dan Kesedihan, Kami berhasil Menciptakan Sesuatu. Bagi Rakyat Kami (Kartini)

Penulis : Esther Idayanti

Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html