.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Anda dan Meredam Amarahnya


Anda pasti setuju jika anak-anak jaman sekarang kebanyakan sangat energik dan sering tempramental. Di satu waktu mereka adalah anak terlucu yang ada di dunia, tapi kelucuan itu tidak dikeluarkan pada saat sedang berbelanja bersama di supermarket atau di meja saat makan malam bersama mertua.

Merupakan tantangan tersendiri untuk mengendalikan dan mengatur batasan-batasan, tetapi ada cara-cara yang dapat dilakukan ayah dan bunda untuk mendiamkan tantrum anak dan membuatnya mau mendengarkan dan bekerjasama.

1. Ingat bahwa itu adalah normal
Anak-anak terutama balita memiliki perilaku yang sangat kompulsif. Anak mungkin mendengarkan pertama kalinya dan kemudian pergi dan melakukan hal yang sama dua detik kemudian. Bersabarlah, sangat sulit bagi anak untuk memenuhi tuntutan lebih dari Anda.

2. Tetap Tenang
Menjelaskan, mengarang cerita, mengancam atau bersuara keras bahkan berteriak tidak selalu berhasil menenangkan tantrum anak. Tetapi, menjelaskan dengan suara yang menenangkan akan lebih sering membuat anak mendengarkan. Layak untuk dicoba dibandingkan menghadapi tantrum dan rengekan anak sepanjang hari.

3. Menciptakan Sistem Hadiah
Cari tahu apa hal yang disukai anak, misalkan biskuit susu atau mendengarkan dongeng. Ayah atau bunda dapat menggunakannya sebagai hadiah.
"Yuk! Kita bereskan mainannya dulu supaya bisa makan biskuit." Atau, "Ayo kita bersihkan badan dulu biar bisa mulai baca dongeng."

4. Beri Perhatian dan Dorongan Positif
Anak-anak akan bertingkah atau mengabaikan apa yang orangtua ingin mereka lakukan untuk mendapatkan perhatian. Dan mereka beranggapan akan lebih cepat mendapat perhatian itu jika berperilaku buruk. Cobalah untuk memuji anak akan hal-hal kecil agar anak merasa diperhatikan dan mudah-mudahan dapat membuat anak mau melakukan lebih banyak hal-hal yang baik.
Dorongan positif untuk anak lebih baik daripada teriakan karena biasanya anak tidak mendengarkan teriakan. Ayah bunda dapat memikirkan sistem yang sesuai untuk mendorong perilaku positif. Misalkan, satu stiker bintang untuk satu hal baik yang dilakukan anak — menolong bunda membereskan mainan, maka bila anak berperilaku tidak baik, satu bintang akan diambil.
5. Cukup Bilang Tidak
Terkadang, cara terbaik berhadapan dengan anak adalah dengan tegas (bukan dengan nada keras) berkata 'tidak'. Anak-anak pasti mengerti 'tidak boleh' dan 'jangan', meskipun mereka tidak peduli akan semua perkataan orangtua.

Penulis : Susana