.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Uang, Menjadi Tuan atau Hamba ?


Dalam bukunya “The Day America Told the Truth” James Patterson dan Peter Kim bertanya pada orang Amerika tentang apa yang mereka bersedia lakukan untuk US$ 10 juta (Rp. 130 milyar). Ini jawabannya:

25% responden mau meninggalkan seluruh keluarganya.
23% responden mau menjadi pelacur untuk seminggu atau lebih.
16% responden melepaskan kewarganegaraan Amerika.
16% responden meninggalkan suami/isterinya.
10% responden mau berdiam diri, tidak bersaksi sehingga seorang pembunuh bisa bebas
7%  responden mau membunuh seorang yang ia tidak kenal
3% responden mau memberikan anak-anaknya untuk diadopsi oleh orang lain

Sebenarnya bukan cuma orang Amerika yang seperti ini, tetapi orang Indonesia juga, bahkan lebih murah. Sebuah Koran menulis gara-gara ditagih hutang Rp. 30.000 seorang siswa SMP bunuh temannya!  Ngeri sekali bila uang/harta sudah menjadi tuan dalam hidup seseorang.
Memiliki banyak uang tidak salah, bahkan baik, asal uang menjadi ALAT bukan TUJUAN HIDUP. Alat untuk memenuhi kebutuhan, menolong sesama, dan membangun dunia.   Memiliki uang itu baik, dan menikmatinya itu harus, asal tidak mencintainya.  Ketika kita mencintai uang, kita akan selalu kecewa, karena uang tidak bisa membalas cinta kita. Karena itu pegang uang di tangan Anda untuk dikelola, tapi jangan sampai ia masuk ke hati Anda. Bagaimana caranya?  Satu-satunya cara adalah dengan teratur memberi.  Dengan memberi Anda melepaskan keterikatan Anda atas uang. Memberi menyatakan bahwa Anda mencintai pihak yang Anda beri (orang lain/yayasan yang Anda bantu), lebih dari Anda mencintai uang (EI)

Uang Menjadi Hamba yang Baik. Tetapi Tuan yang Jahat (Francis Bacon) 

Penulis : Esther Idayanti


Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html