.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tujuh Alasan Tidak Memberi Anak Anda Ponsel


Anak sudah sering meminta agar ia punya ponsel pribadi? Anda tidak sendirian. Dalam sebuah survei, 64 persen orang dewasa percaya bahwa usia 10-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak untuk mendapatkan ponsel pertamanya, sementara 10 persen berpikir usia di bawah 10 tahun pun sudah boleh memberi anak ponsel. Berapa usia Anda saat memiliki ponsel pertama Anda? (Mungkin bukan dalam usia satu digit.) Penting untuk menunggu sampai Anda benar-benar nyaman akan keputusan dan percaya diri dengan tingkat kematangan berpikir anak Anda. Kalau Anda merasa anak terlalu muda, Anda harus percaya akan insting Anda. Berikut alasannya.

1. Perintah Orangtua
Rata-rata anak akan menghabiskan 7 jam per hari untuk media hiburan. Adalah tugas orangtua untuk mengatur, mengawasi, dan diharapkan juga untuk membatasi waktu yang sekiranya dianggap sesuai. Dengan memberi ponsel kepada anak di bawah umur, Anda melepaskan beberapa kontrol dan memberi anak ruang bebas untuk bertindak.
2. Pengaturan Pribadi Pun Dapat Kecolongan
Satu hal tentang internet adalah Anda tidak sepenuhnya anonim. Walau pun Anda mengaktifkan pengaturan privasi pada semua akun media sosial anak, masih akan ada kemungkinan lokasi mereka diketahui. Foto selfie dengan nama jalan terpampang di belakang anak dapat memberitahukan keberadaan mereka, atau foto dengan kawan-kawannya dapat menyingkapkan dimana anak bersekolah. Dunia luar sungguh menakutkan, dan kita sebagai orangtua akan berupaya secara maksimal untuk menjaga buah hati.

3. Pengertian Akan Kehidupan Sosial
Kita setuju jika teknologi menghubungkan kita satu sama lain. Tapi apa chatting di medsos dapat menggantikan masa bermain dengan teman yang sebenarnya? Apa anak-anak yang dapat berinteraksi secara lisan sebaik tulisan mereka? Ditambah tidak adanya kontak mata. Anak perlu tahu bagaimana cara berinteraksi yang benar secara langsung.

4. Aplikasi Apa Yang Tersedia Untuk Anak?
Sebagai orangtua kemungkinan aplikasi ponsel favorit tidak jauh dari mobile banking atau aplikasi berita. Bagaimana dengan aplikasi favorit anak? Bahkan untuk aplikasi permainan pun sekarang ada yang mengandung unsur pornografi jika orangtua tidak mengenali dan mengamati dengan baik.

5. Kejahatan Dunia Maya
Terkadang di sekolah atau tempat bermain, bukan tidak mungkin anak menjahati atau dijahati temannya. Bayangkan jika itu tidak hanya dialami di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Kejahatan dunia maya sangat kejam dan tidak mengenal rasa kasihan. Ada baiknya anak dijauhkan dari potensi perilaku membully atau dibully.

6. Kecanduan Dimulai Dari Usia Dini
Anak yang tidak dapat dipisahkan dari aplikasi permainan favoritnya dipastikan akan menjadi pencandu aplikasi lainnya lagi dan kemudian kecanduan ponsel itu sendiri.  Anak merasa ponsel adalah suatu hal yang wajib ada dalam hidup mereka. Disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan agar dapat menghindari hal tersebut.
7. Anak Belum Dapat Menyadari Konsekuensi Dari Tindakan Mereka
Pesan porno, mengejek dan mengolok, dan seperti semua keputusan buruk lainnya, tidak mudah untuk dihapus setelah diperbuat atau diposting di dunia maya. Sukar bagi orang dewasa untuk mengingat pesan-pesan tersebut, tapi bayangkan jika semua itu dibaca atau dilakukan oleh anak-anak. Masa pertumbuhan anak cukup panjang. Tolong mereka dengan menjaga harga diri mereka... Agar kesempatan masuk ke perguruan tinggi dan dunia kerja mereka kemudian hari tidak ada tambahan cacatan yang tercela.

Penulis : Susana



Bookmark Artikel Inspirasi Lainnya dapat dilihat di
-http://www.disiniajatempatnya.com/p/inspirasi-hidup.html