.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tiga Langkah untuk Memperbaiki Hubungan Setelah Ketahuan Berselingkuh


Dari semua masalah yang muncul dalam suatu hubungan, ketidaksetiaan adalah tantangan terberat. Tapi tidak semua hubungan harus berakhir hanya karena masalah seperti ini.

Dalam suatu hubungan, akan banyak sekali rintangan dan halangan yang menghadang. Tidak setia pada pasangan adalah salah satu nya, dan ini di anggap sebagai sebuah dosa. Tidak hanya berdasarkan pada kepercayaan agama, tapi untuk bersikap tidak setia pada pasangan akan mempengaruhi seluruh hubungan yang ada termasuk keluarga.

Berselingkuh biasa nya di kaitkan dengan tindakan kemesraan secara fisikal. Namun seiring dengan perubahan pada masyarakat dan budaya lokal, berselingkuh sudah menjadi perbuatan yang tidak hanya berhubungan dengan seks.

Saat berselingkuh biasa nya tidak memikirkan akibat lebih lanjut yang di hasilkan. Anda akan meluangkan waktu atau aset dan memberikan nya kepada orang lain. Orang itu bisa saja rekan kerja yang sering Anda temui, atau yang sering berbicara dengan Anda, atau dengan orang yang sama sekali tidak Andakenal.
Rasa sakit yang timbul akibat perselingkuhan biasa nya ama sukar di sembuhkan. Rasa sakit ini akan mempertanyakan harga diri dan seberapa jujur pasangan yang berselingkuh selama ini. Bagi beberapa orang perselingkuhan adalah pemutus hubungan, karena yang hilang ada kepercayaan, dan ketika rasa percaya hilang, maka mereka akan mempertanyakan mengenai hubungan mereka selama ini.

Membangun kembali suatu hubungan setelah perselingkuhan amat lah sulit, beberapa bahkan tidak ingin membangun kembali hubungan tersebut karena ragu kalau pasangan mereka tidak akan berselingkuh lagi. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa di lakukan untuk memperbaiki hubungan yang hancur karena perselingkuhan.

Sebelum Anda memutuskan untuk bercerai, tanyakan pada diri Anda sendiri seberapa banyak kejujuran dan seberapa besar pengorbanan yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan tersebut?

1. Apakah Bersedia untuk Meminta Maaf dan Memaafkan

Meminta maaf dan berlutut tidak terlalu berdampak besar pada nya. Ketika Anda meminta maaf berarti Anda harus bertanggung jawab pada semua perlakuan Anda. Sebagai pihak yang bersalah, Anda harus menanggung semua keputusan Anda dan tidak menganggap sepele rasa sakit yang Anda berikan pada pasangan Anda.

Sebagai orang yang di sakiti, Anda perlu memutuskan untuk memaafkan atau tidak sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau tidak hubungan Anda. Ketika Anda memutuskan untuk memaafkan dan bersedia membangun kembali hubungan Anda, maka hal pertama yang di lakukan adalah mengubur rasa sakit tersebut dan menjadikan nya sebagai pelajaran di kemudian hari.
2. Bersediakah Membangun Kembali Semuanya dari Awal?

Hal berikut nya setelah memaafkan adalah bekerja keras untuk membangun kembali hubungan Anda / Dia dari awal. Pekerjaan ini bisa teramat berat dan panjang, dari menyerahkan password untuk akun, tidak mengunci smartphone, dan beberapa hal yang biasanya Anda tutupi.

Ini di lakukan agar ada rasa keterbukaan, agar Anda / Dia bisa mengetahui dan tidak merasa ada sesuatu yang Anda / Dia sembunyikan.

3. Apakah Anda / Dia bersedia bertanggung jawab?

Terakhir adalah Kalian berdua harus menerima bahwa Kalian bertanggung jawab akan perasaan masing - masing. Anda / Dia mungkin akan mengambil sikap bertahan dan menyalahkan pasangan masing-masing, Anda / Dia membuat seolah - olah merasa sebagai korban.
Realita nya apakah ada suatu hal pada hubungan Anda / Dia sebelum nya? apakah pernikahan kalian berjalan dengan harmonis? Terkadang sebelum perselingkuhan terjadi, hubungan yang ada sudah penuh dengan masalah. Daripada bersikap terbuka dan mengatasi nya, Anda / Dia memutuskan untuk mengakhiri nya dengan tuduhan Anda / Dia berselingkuh.

Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk mereka yang berselingkuh, mereka bisa berubah. Memikirkan ulang ketika Anda / Dia sedang dalam keadaan marah dan terluka adalah hal yang sulit. Namun, merasa sangat terluka terkadang adalah salah satu cara untuk menjadi lebih kuat dan dewasa.

Penulis : Susana Young
image : familyshare.com