.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Tanda-tanda Anak Anda Mengalami Gangguan Proses Sensorik


Apa itu Sensory Processing Disorder?
SPD (Sensory Processing Disorder) atau Gangguan Proses Sensorik, sebelumnya dikenal dengan Disfungsi Integrasi Sensorik adalah suatu kondisi yang disebabkan ketika sinyal sensorik diterima tetapi tidak ditafsirkan secara normal oleh sistem saraf. Sebagai contoh cerita Athena : "Masalah putri saya (5 tahun) ini berfokus utama pada sentuhan ... Otaknya salah menafsirkan perasaan dan suhu tertentu sebagai rasa sakit atau dia tidak merasakan sakit sama sekali. Ketika dia dua tahun, pakaian "menyakitinya", dia tidak bisa disentuh, bahkan menyisir rambutnya saja dapat membuatnya menangis. Dia takut dan merasa sakit pada suhu air hangat di saat mandi."

Anak-anak dengan SPD bisa jadi hipersensitif (bereaksi berlebihan pada stimulasi sensorik) atau hiposensitif (kurang responsif pada ransangan), atau keduanya. Setiap anak berbeda-beda; beberapa akan bereaksi campur aduk, beberapa akan bereaksi berlebihan pada suatu hal dan tidak terpengaruh sedikitpun pada hal lainnya.

Seberapa lazimnya SPD ini?
Beberapa penelitian berbeda mengatakan bahwa dimana saja dalam 1 dari 20 menjadi 1 dari 6 anak mengalami gejala sensorik yang akan mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.
Bagaimana cara menangani SPD?

Terapi okupasi adalah bentuk utama pengobatan untuk anak-anak dengan Sensory Processing Disorder. Seringkali, gangguan ini tidak diobati sampai anak telah mencapai setidaknya usia 4,5 tahun (dari beberapa pendapat, diagnosis dan pengobatan harus dilakukan sampai usia 6 atau 7tahun).

Tanda-tanda gangguan SPD pada tiap anak berbeda-beda, namun ada beberapa poin yang dapat diperhatikan. Berikut beberapa tanda SPD pada anak di berbagai jenis usia.

Pada bayi dan batita (0-3 tahun):
  • Susah makan
  • Hanya mau dengan bunda atau orang yang selalu mengasuhnya saja
  • Susah tidur atau tidur berlebihan
  • Sangat terganggu saat berpakaian; terlihat tidak nyaman memakai baju
  • Jarang bermain dengan mainan, terutama yang membutuhkan keterampilan
  • Susah berpindah fokus dari satu objek/aktivitas ke yang lainnya
  • Tidak menyadari rasa sakit atau memberi respon lambat saat terluka
  • Menolak pelukan, menjauh dari orang yang memegangnya
  • tidak bisa ditenangkan dengan mengisap dot, melihat mainan, atau mendengarkan suara orang tua
  • Tubuh sering terlihat terkulai, suka menabrak barang dan kurang keseimbangan
  • Sedikit atau bahkan tidak bersuara-berbicara-mengoceh
  • Mudah kaget.
  • Sangat aktif dan tubuh/anggota badan tidak bisa diam
  • Terlambat merangkak, berdiri, berjalan, atau berlari

Pada usia anak-anak prasekolah (4-5 tahun):
  • Kesulitan dalam pelatihan toilet
  • Terlalu sensitif pada simulasi, bereaksi berlebihan atau tidak suka pada sentuhan, suara, bau, dsb
  • Tidak sadar akan sentuhan/tabrakan kecuali dilakukan dengan tenaga atau intens/terus-menerus
  • Kesulitan belajar atau menghindari kegiatan motorik halus seperti memegang krayon
  • Terlihat kikuk dan canggung, bingung bagaimana menggerakkan tubuhnya
  • Kesulitan mempelajari gerakan motorik baru
  • Konstan melakukan gerakan itu-itu saja
  • Memasuki ruang gerak orang lain atau menyentuh segala sesuatu yang ada disekitarnya
  • Susah berteman (terlalu agresif atau terlalu pasif)
  • Menuntut, berkemauan besar, sulit ditenangkan dan kesulitan dengan transisi atau perubahan
  • Dapat berubah mood tiba-tiba dan tanpa diduga mengamuk/tantrum
  • Tampak lemah, tubuh merosot saat duduk/berdiri; lebih suka kegiatan yang duduk terus-menerus
  • Omongannya susah dipahami
  • Tidak memahami instruksi lisan
Anak usia sekolah (6 tahun ke atas):
  • Terlalu sensitif pada stimulasi, bereaksi berlebihan atau tidak suka pada sentuhan, suara, bau, dsb
  • Perhatian mudah teralihkan saat belajar di kelas, sering pergi dari kursi duduknya, gelisah
  • Mudah kewalaban saat di taman bermain, istirahat dan di dalam kelas
  • Lambat mengerjakan tugas
  • Kesulitan tampil atau menghindari kegiatan motorik seperti menulis
  • Duduk menyandar di kursi, tubuh canggung dan sering tersandung
  • Suka permainan kasar seperti gulat atau pukul-pukul
  • Lambat mempelajari kegiatan baru
  • Selalu bergerak konstan
  • lebih suka kegiatan yang duduk terus-menerus, kesulitan mempelajari gerakan motorik baru
  • Susah berteman (terlalu agresif atau terlalu pasif)
  • Jika mengerjakan sesuatu dikerjakan terus dan susah berpindah ke tugas lainnya
  • Bingung akan kata-kata homofon (terdengar sama), salah menafsirkan antar pertanyaan dengan permintaan
  • Kesulitan membaca, terutama membaca mengeluarkan suara
  • Gagap, tidak lancar berbicara, terdengar tidak yakin atau ragu-ragu

Penulis : Susana