.::::::Disiniajatempatnya:::::.


Mengapa Anak Perempuan Lebih Menderita Saat Orang Tua Bercerai



Pernikahan yang bahagia adalah hal yang baik untuk sebuah keluarga, baik untuk pasangan maupun anak mereka. Hal ini yang mendasari banyaknya orang yang menikah, untuk mencari kebahagiaan.

Akan tetapi kebahagiaan tersebut tidaklah selalu bertahan lama, menurut survey sekitar 40 hingga 50 persen bagi mereka yang sudah menikah akan mengalami perceraian, dan persentasenya akan semakin meningkat untuk pernikahan selanjutnya.

Uniknya, menurut penelitian ternyata perceraian memberikan dampak lebih buruk bagi anak perempuan di bandingkan anak lelaki.

Orang tua dari Terry Gaspard bercerai ketika Dia berumur tujuh tahun. Penulis buku "Daughter of Divorce : Overcome the Legacy of Your Parents` Breakup and Enjoy a Happy, Long-Lasting Relationship" ini bercerita bahwa perceraian tersebut merupakan hal paling utama yang merubah dirinya.

Gaspard yang kini seorang dokter, dosen dan penulis dibidang perceraian dan dampaknya pada keluarga ini baru menyadari arti dari perceraian tersebut ketika dia beranjak dewasa. Ia dan putri kandung nya mengadakan survey yang di beri nama "Daughters of Divorce", dan mewawancarai sekitar 300 wanita lebih yang di besarkan saat orang tua mereka bercerai.
Survey tersebut menemukan bahwa pengalaman tersebut memberikan dampak tertentu pada para wanita tersebut. "Anak perempuan lebih menderita", menurut Gaspard. Dia sering melihat dampak yang di sebutnya "sleeper affect", yang ternyata memberi pengaruh negatif pada anak yang orang tuanya bercerai.

Gaspard sendiri ternyata mengalami hal ini, di mana Dia menikah muda dan mempertahankan pernikahannya selama hampir 16 tahun, dan menyadari meskipun Dia tidak merasa kebahagiaan, Dia tidak ingin mengulangi hal yang pernah terjadi pada dirinya.

Dia melihat hal yang sama pada anak perempuannya. Dimana ketika anak perempuan nya masuk kuliah, Dia (anak perempuan) mengalami hubungan yang penuh keributan. Dia mengalami krisis kepercayaan dan di campakan, hal yang biasa terjadi pada banyak wanita, yang mengalami orang tua nya bercerai saat mereka masih muda.

Masalah mengenai Harga Diri juga terkadang menghantui.

Anak perempuan cenderung lebih susah untuk menjalin suatu hubungan. Penelitian dari Gaspard menemukan bahwa semua anak hasil perceraian orang tua nya memiliki kemungkinan untuk mengalami hal yang sama dengan orang tua mereka, dan anak perempuan cenderung mengalami kemungkinan dua kali lipat untuk bercerai dengan persentase hingga 60 persen.

Alasan mengapa wanita cenderung lebih terluka ada pada hubungan antara Ayah dan Anak perempuan tersebut, yang kemudian bisa mempengaruhi hubungan asmara saat sang anak dewasa dengan pria lain nya. Mereka cenderung untuk terus mengingat segala hal tentang perceraian orang tua nya dan menjalani hidup dengan lebih serius dalam menanggapi segala sesuatu.

Harapan masih ada, menurut penelitian, Gaspard telah menemukan cara untuk membantu para anak perempuan menghadapi perceraian orang tua nya.

Tetap menjalani peran sebagai orang tua.
Salah satu hal positif yang bisa di lakukan orang tua yang sudah bercerai untuk tetap menjaga hubungan dengan sang anak. Ketika orang tua memang sudah tidak bisa bersama, tanggung jawab anak harus di bagi rata, agar sang anak masih tetap merasakan kasih sayang dari ayah dan ibu, meskipun tidak dalam waktu yang sama.

Tidak mengucapkan hal buruk mengenai pasangan. 
Semua masalah yang terjadi antara orang tua kalau bisa jangan sampai di ketahui oleh sang anak, bersikap lah seperti biasa dan tidak mengucapkan hal buruk mengenai pasangan di depan sang anak.
Beri waktu sebelum menikah kembali. 
Gaspard menikah kembali dua tahun setelah perceraian nya, namun Dia dan suami baru nya sudah berteman jauh lebih lama sebelum menikah. Dia menyarankan untuk menunggu setidak nya empat tahun sebelum menikah kembali. Jangan terburu - buru, kenali lebih dalam calon pasangan sebelum memutuskan untuk menikah, dan ingat bahwa anak memiliki pandangan berbeda dari orang tua nya.

Bisa Jadi Pria / Wanita yang Baru Saja Bercerai Takut Memiliki Rasa Kesepian, Namun Hal Itu Lebih Baik Daripada Kemudian Menikah dengan Orang yang Salah.

Sumber