.::::::Disiniajatempatnya:::::.


"Hanya" Teman Bisa Menghancurkan Pernikahan Anda


Mungkin pada awalanya pertemuan itu tidak sengaja, bertemu di reuni, bersahabat melalui internet, atau menjadi rekan sekerja di kantor. Mulainya juga biasa saja, “Orang ini menyenangkan diajak bicara dan ia bisa memahami saya. Apa salahnya?” Sepertinya aman dan tak bersalah, karena tidak melibatkan hubungan secara fisik, tetapi hanya kata-kata mesra lewat whatsapp, bbm dan telepon. Mereka tidak sengaja, tidak berniat, tetapi lalu terlibat perasaan romantis. Mereka berbagi cerita dan memiliki kedekatan emosi yang lebih dari kedekatan emosi dengan pasangannya. Lalu mulai membandingkan dengan pasangan yang jarang melontarkan kata mesra dan kadang menyebalkan. Seperti orang pacaran, mereka tidak sabar untuk menerima whatsapp-nya atau bicara dengannya. Walaupun nampak aman tapi perselingkuhan emosi ini bisa menghancurkan pernikahan.

Ketika seseorang mencari orang lain untuk memenuhi kebutuhan emosinya, orang itu telah berselingkuh. Tidak perlu bertemu atau tidur di hotel berdua, tetapi bila seseorang menghapus pesan-pesan di telepon genggamnya supaya tidak terbaca pasangannya, itu sudah tanda-tanda bahwa ia terlibat. Sebagian besar orang selingkuh karena mereka lebih memerhatikan apa yang mereka tidak dapatkan, daripada apa yang mereka miliki.
Bahayanya, bila ketahuan sudah pasti akan terjadi perang, bisa jadi perceraian. Tetapi bila tidak ketahuan pun, perselingkuhan itu membuat seseorang malas memperbaiki pernikahannya. Tidak mungkin membangun pernikahan bila salah satu pihak jatuh cinta dengan orang lain. Kalaupun pernikahan Anda sangat tidak harmonis, hal ini bukan penyelesaiannya. Masih ada harapan, pasangan yang menyadari kekurangan mereka lalu berusaha memperbaiki, akan mendapatkan pernikahan yang jauh lebih kuat dan bahagia. Anda memulai pernikahan dengan cita-cita untuk selamanya, lakukan semua usaha yang dibutuhkan. Mempertahankan cinta memang butuh kerja keras. (EI)

Semakin Anda Memberi Investasi / Kerja Keras dalam Pernikahan, Pernikahan Anda Menjadi Lebih Berharga

Penulis : Esther Idayanti